UKMF Wisma Gita Borong Juara di Panggung Nasional
- 10 Feb 2026 16:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Lampu panggung perlahan meredup. Detak musik mulai mengalun. Di tengah keheningan, tubuh para penari UKMF Wisma Gita Universitas Jember bergerak selaras—menyatu dengan irama, rasa, dan semangat yang telah ditempa berbulan-bulan. Bukan sekadar tarian, melainkan cerita tentang disiplin, kebersamaan, dan cinta pada budaya.
Awal 2026 menjadi babak manis bagi Unit Kesenian Mahasiswa Fakultas (UKMF) Wisma Gita UNEJ. Dalam rentang waktu berdekatan, mereka berhasil memborong dua prestasi bergengsi di tingkat nasional: Juara 1 Festival Bogasari 2026 dan Juara 2 iForte National Dance Competition (NDC) 2026. Dua trofi ini bukan hanya simbol kemenangan, tetapi bukti bahwa kreativitas mahasiswa UNEJ mampu bersinar di panggung seni Indonesia.
Di balik gemerlap panggung, ada kerja keras yang nyaris tak terlihat publik. Latihan berjam-jam, evaluasi berulang, dan mental yang terus ditempa menjadi rutinitas tim. Mereka bukan sekadar berlatih gerak, tetapi juga mengasah rasa dan kebersamaan.
“Dorongan internal tim yang sangat kuat, kekompakan, rasa saling percaya, serta semangat kebersamaan setiap anggota menjadi alasan utama kami berani tampil dan memberikan yang terbaik,” tutur Selsa Adissa Varen, koordinator bidang tari UKMF Wisma Gita Selasa, 10 Februari 2026.
Keunikan mereka terletak pada konsep garapan tari yang memadukan tradisi dan modernitas. Di satu sisi, mereka mempertahankan pakem gerak tari klasik yang sarat makna; di sisi lain, mereka menyelipkan koreografi kontemporer yang dinamis dan energik. Hasilnya: sebuah pertunjukan yang tetap berakar pada budaya, tetapi terasa relevan bagi generasi hari ini.
“Kami sengaja menggabungkan tari tradisional dan modern agar memiliki ciri khas yang berbeda dari kompetitor lain. Selain itu, kami juga memperkuat kolaborasi tim dan menyiapkan mental agar tetap tenang di atas panggung,” jelas Selsa.
Namun, jalan menuju podium tidak selalu mulus. Ada lelah, ada ragu, ada momen hampir menyerah. Tetapi kekompakan tim menjadi penopang utama. Mereka saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling percaya.
Menurut Selsa, kunci keberhasilan mereka sederhana tetapi mendalam: latihan konsisten, evaluasi rutin, koordinasi solid, serta pendalaman wiraga (tubuh), wirasa (rasa), dan wirama (irama). Tak kalah penting, memahami kriteria penilaian juri sebelum kompetisi—dan tentu saja, berdoa.
Prestasi yang diraih pada 14 Januari 2026 ini kini menjadi inspirasi bagi generasi penerus UKMF Wisma Gita. Lebih luas lagi, kisah mereka menjadi pengingat bagi seluruh UKM di UNEJ bahwa kemenangan bukan hanya soal bakat, tetapi juga kebersamaan, disiplin, dan mental juara.
Di atas panggung, mereka menari. Di balik panggung, mereka bertumbuh bersama. Dan di hati kampus, mereka meninggalkan jejak prestasi yang membanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....