ODGJ Sukosari Kidul Kambuh, Dinsos Turun Tangan

  • 09 Feb 2026 14:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk sambil membawa senjata tajam di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, dipastikan merupakan kasus lama yang kembali kambuh. Peristiwa tersebut terjadi akibat terputusnya pengobatan serta minimnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr Mohammad Imron, menjelaskan pihaknya sebelumnya telah menerima laporan dari perangkat Desa Sukosari Kidul. Laporan tersebut diteruskan melalui Sekretaris Dinsos P3AKB untuk segera ditindaklanjuti.

Namun, saat petugas melakukan penelusuran, pasien ODGJ tersebut sudah lebih dahulu dievakuasi oleh pihak keluarga ke RSUD dr H Koesnadi Bondowoso. Saat ini, pasien tengah menjalani perawatan intensif di Ruang Seroja rumah sakit setempat.

“Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa pasien ini merupakan pasien lama. Pertama kali tercatat mengalami gangguan jiwa pada tahun 2014. Supporting system dari lingkungan dan keluarganya masih belum optimal sehingga yang bersangkutan mengalami kambuh,” kata Imron.

Ia menegaskan bahwa pasien ODGJ wajib menjalani pengobatan dan kontrol secara rutin. Jika pengobatan terputus dalam waktu lama, maka potensi kambuh akan sangat besar dan berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Karena ODGJ itu harus berkesinambungan minum obat dan kontrol secara rutin. Kalau terputus, ya sangat memungkinkan untuk kambuh kembali,” imbuhnya.

Sebelum dievakuasi, pasien diketahui sempat bersikap agresif dan mengancam warga dengan membawa senjata tajam. Kondisi tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Sukosari Kidul.

“Memang sempat gaduh, gelisah, dan mengancam secara fisik. Tapi Alhamdulillah sudah bisa diatasi dan diberikan obat penenang oleh tim medis,” ungkap Imron.

Ke depan, Dinsos P3AKB Bondowoso memastikan akan memanggil keluarga pasien setelah masa perawatan medis selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi terkait perawatan jangka panjang bagi ODGJ, termasuk pentingnya terapi sosial dan pendampingan berkelanjutan.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan keluarganya untuk memberikan edukasi tentang perawatan jangka panjang pada pasien ODGJ, agar kejadian serupa tidak terulang,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....