Sampah Banyuwangi Disulap Jadi Energi Industri
- 08 Feb 2026 20:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat sistem pengelolaan sampah sirkular dengan mengolah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif industri. Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak, Kecamatan Songgon, sampah kini dimanfaatkan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dikirim ke industri semen di Gresik.
TPS3R Balak berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan kapasitas pengolahan mencapai 84 ton sampah per hari. Fasilitas ini menjadi salah satu pengolahan sampah sirkular terbesar di Banyuwangi yang mengedepankan pemanfaatan sampah nonorganik bernilai rendah menjadi energi alternatif ramah lingkungan.
“Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang untuk memastikan sampah rumah tangga tertangani secara efektif dari hulu ke hilir, sekaligus meminimalkan residu,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, Minggu, 8 Februari 2026.
Yani menjelaskan, seluruh sampah yang masuk dipilah menggunakan teknologi konveyor antara sampah organik dan anorganik. Sampah nonorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik dan kertas dipres dan dikirim ke industri daur ulang, sementara sisa plastik yang tidak memiliki nilai jual diolah menjadi RDF.
“Puluhan ton RDF dari TPS3R Balak telah dikirim ke Gresik untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen,” ungkap Yani.
Sementara itu, sampah organik diolah menjadi kompos dengan metode window komposting. Air lindi yang dihasilkan turut diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Pengolahan dilakukan tanpa menyisakan residu yang menginap di TPS3R. Jika ada residu, langsung dibawa ke TPA,” tutur Yani.
Saat ini TPS3R Balak melayani pengangkutan sampah dari 64 desa di 10 kecamatan dengan melibatkan 120 pekerja yang seluruhnya berasal dari warga sekitar. Setiap hari, petugas sampah keliling desa untuk memastikan sampah warga terangkut dan terpilah sejak dari sumbernya.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi berencana memperluas sistem pengolahan sampah sirkular dengan membangun TPS3R baru di kawasan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. TPS3R tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektar dengan kapasitas pengolahan 45 ton sampah per hari.
“TPS3R Sobo fokus melayani wilayah perkotaan. Kapasitasnya lebih kecil, tetapi lahannya lebih luas dan dilengkapi infrastruktur pendukung,” jelas Yani.
Pemanfaatan sampah menjadi energi ini menjadi bagian dari komitmen Banyuwangi menuju pengelolaan sampah berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan terhadap TPA, sekaligus mendukung transisi energi ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....