Pesan Pengasuh, Selama Liburan Santri Tetap Shalat Berjamaah
- 08 Feb 2026 18:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pemangku Ma'hadul Qur'an, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Dr. Ny. Hj. Khoiriyah, berpesan kepada wali santri agar tetap menjaga shalat berjemaah putranya selama libur pesantren.
"Selama di pesantren, putra putri panjenengan adalah anak kami, tapi kalau sudah di rumah, mereka tanggung jawab panjenengan, jadi tolong dijaga agar tetap shalat berjamaah, yang laki-laki jangan merokok," ucap Nyai Khoiriyah pada pertemuan wali santri, saat kepulangan santri, Minggu (8/2/2026).
Nyai Khoiriyah mengapresiasi usulan pengurus yang mempertemukan wali santri dengan Pemangku Ma'hadul Qur'an, karena selain bisa menitipkan pesan untuk santri yang sedang libur panjang, juga bisa mengingatkan tentang aturan pesantren yang harus ditaati.
"Baru pertama kali ada pertemuan antara wali santri dengan saya sebagai pemangku Ma'hadul Qur'an, ini gagasan dari pengurus. Memang kita harus saling kenal, kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Bukan sayang dalam artian asmara ya. Sayang itu saling menyayangi, mengasihi, menghormati, menghargai," ungkap istri Almaghfurlah KHR As'ad Syamsul Arifin ini.
Nyai Khoiriyah juga mengingatkan tentang aturan pesantren yang harus ditaati. Para wali santri tidak boleh sakit hati apalagi dendam saat putranya mendapat sanksi dari pesantren lantaran melanggar aturan yang telah ditetapkan.
"Dawuh pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, ketika santri mematuhi aturan pesantren yang dihasilkan oleh musyawarah pengurus dan keluarga pesantren, maka akan mendapatkan pahala amal kebaikan," ucap Nyai Khoiriyah.
Nyai Khoiriyah juga menyinggung pentingnya nyabis atau menghadap kepada pengasuh saat mengunjungi putra/putrinya. Nyabis ke pengasuh itu ibarat menyiram tanaman. Ketika sering disiram, maka akan tumbuh subur dan berkembang dengan sangat baik.
"Bertemu pengasuh (nyabis) ibarat menyiram tanaman (anak) sehingga anda bisa mendapatkan barokah. Semakin sering nyabis maka putra putri anda akan semakin berkembang dengan baik. Bukan soal membawa oleh-oleh atau lainnya ya, cukup nyabis," bebernya.
Nyai Khoiriyah menjelaskan bahwa mencari ilmu di pesantren bukan hanya soal pintar, namun lebih pada pengabdian atau mengabdi ke pesantren. Apa yang menjadi aturan pesantren dijalankan, tidak dilanggar.
"Dulu, ada wali santri nyabis ke almaghfurllah KHR As'ad Syamsul Arifin dan meminta doa supaya anaknya pandai. Kiai As'ad langsung menjawabnya bahwa kalau ingin pandai, cari ilmu di sekolah umum saja, karena di pesantren adalah tempat mengabdi atau jadi abdi pesantren," ungkap Nyai Khoiriyah.
Informasi dihimpun RRI, belasan ribu santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, sudah memasuki waktu liburan. Santri putra maupun putri diliburkan mulai dari 8 Februari hingga 29 Maret 2026. Mereka akan menunaikan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....