Pemkab Jember Tegaskan Komitmen Merawat Pesantren

  • 07 Feb 2026 22:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemkab Jember menegaskan komitmennya dalam merawat tradisi pesantren dan memperkuat peran perempuan ulama, melalui kegiatan Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara (BNN) Jember. 

Kegiatan bertema Kepemimpinan Bu Nyai dalam Menjaga Marwah Pesantren dan Umat, itu digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Sabtu (7/2/2026).

Bupati Jember, Muhammad Fawait, hadir langsung dalam forum yang diikuti puluhan Bu Nyai dari berbagai pesantren di Kabupaten Jember. 

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran pesantren dan ulama perempuan sebagai pilar moral dan sosial dalam pembangunan daerah.

Fawait juga menyampaikan capaian strategis pemerintah daerah, salah satunya penyatuan sistem tiket wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo yang resmi diberlakukan sejak Januari 2026. 

Menurutnya, kebijakan itu merupakan hasil lobi panjang dengan pemerintah pusat dan menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan pariwisata Jember serta kawasan Tapal Kuda.

“Ini bukan hanya tentang Papuma dan Watu Ulo, tetapi bukti bahwa Jember mampu meyakinkan pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik bagi masa depan Jember,” ujarnya.

Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan kemampuan daerah dalam meyakinkan pemerintah pusat, sekaligus menjadi sinyal positif bagi masa depan pembangunan Jember.

Dalam forum keagamaan tersebut, Fawait menyinggung makna simbolik maraknya kegiatan religius di ruang-ruang pemerintahan. 

Ia menyebut, Jember kini dipimpin oleh bupati berlatar belakang santri, sebuah kondisi yang baru terjadi dalam sejarah pemerintahan daerah tersebut.

Menurutnya, aktivitas sholawatan dan kegiatan keagamaan yang digelar di pendopo, alun-alun, hingga kantor pemerintahan merupakan ekspresi identitas Jember sebagai kota santri.

“Tidak heran jika hari ini pendopo, alun-alun, hingga kantor pemerintahan dipenuhi kegiatan sholawatan. Ini adalah ekspresi cinta dan identitas Jember sebagai kota santri,” kata dia.

Gus Fawait juga mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama, khususnya Muslimat dan Bu Nyai Nusantara, untuk memperkuat persatuan pasca-Pilkada. 

Ia menegaskan bahwa perbedaan politik telah berakhir dan saat ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah membangun Jember.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya selama hampir satu tahun terakhir. 

Ia menyebut, pembenahan pelayanan publik menjadi prioritas utama, terutama di sektor kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Sejak April 2025, seluruh warga ber-KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia, termasuk para santri yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar daerah.

Di bidang pendidikan, Pemkab Jember juga meluncurkan program beasiswa khusus santri. Sebanyak 2.000 santri menerima beasiswa kuliah hingga lulus, yang mencakup biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup sebesar Rp500 ribu per bulan.

“Ini bukan sekadar beasiswa, tetapi pengakuan atas peran santri dan pesantren dalam menjaga NKRI sejak masa perjuangan hingga hari ini,” tegas Gus Fawait.

Gus Fawait menegaskan, program tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa.

Daurah Ilmiyah Bu Nyai Nusantara ini menegaskan peran strategis Bu Nyai sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun Jember yang religius, inklusif, dan berkemajuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....