Jenazah Ketiga Diduga Korban KMP Tunu Ditemukan
- 04 Feb 2026 19:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Jenazah diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya kembali ditemukan di perairan Selat Bali, Rabu, 4 Februari 2026). Penemuan ini menjadi jenazah ketiga yang ditemukan selama proses pengangkatan bangkai kapal tersebut.
Jenazah ditemukan di pesisir Pantai Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, Bali. Kondisi jenazah saat ditemukan tidak utuh dan tergeletak di bibir pantai.
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, mengatakan jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat bernama Rahmawati sekitar pukul 07.30 WIB. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
“Setelah dipastikan, jenazah langsung dievakuasi oleh tim gabungan dari Bali untuk dibawa ke rumah sakit,” kata Wahyudi, Rabu, $ Februari 2026.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari rumah sakit. Penanganan jenazah dilakukan di RSUD Negara, Bali.
“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari RSUD Negara karena jenazah ditangani di sana,” ujar Wahyudi.
Sebelumnya, dua jenazah juga ditemukan di perairan Selat Bali saat proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Senin, 1 Februari 2026). Kedua jenazah ditemukan di lokasi yang berbeda.
Jenazah pertama diduga bernama I Wayan Teja Setiawan alias Wawan. Identitas tersebut diketahui karena jenazah masih mengenakan celana lengkap dengan dompet dan telepon seluler.
Sementara jenazah kedua hingga kini belum diketahui identitasnya. Proses identifikasi masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Wahyudi tidak menampik bahwa proses pengangkatan bangkai kapal berpotensi memunculkan jenazah lain ke permukaan. Oleh karena itu, Satpolairud Polresta Banyuwangi memperluas area patroli untuk mempercepat penanganan jika kembali ditemukan korban.
Pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan masih akan berlangsung sekitar dua pekan ke depan. Proses tersebut awalnya ditargetkan selesai dalam 20 hari sejak Senin, 26 Januari 2026), namun arus bawah laut yang deras membuat progres pekerjaan berjalan lebih lambat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....