Cuaca Buruk, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Satu Jam

  • 04 Feb 2026 19:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali menyebabkan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk ditutup sementara selama satu jam, Rabu, 4 Februari 2026. Penutupan diberlakukan mulai pukul 14.45 WIB hingga pelayanan kembali dibuka pada pukul 15.45 WIB setelah kondisi cuaca dinyatakan membaik.

Selama penutupan, kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Jarak pandang di lintasan Selat Bali juga terbatas sehingga dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran.

“Pelayanan Pelabuhan Ketapang ditutup sementara karena cuaca buruk, angin kencang, dan jarak pandang terbatas mulai pukul 14.45 WIB,” terang Korsatpel BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, Rabu, 4 Februari 2026.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pelabuhan Ketapang, kecepatan angin saat penutupan berkisar antara 5–10 knot. Jarak pandang tercatat hanya sekitar 200 meter.

Sementara itu, tinggi gelombang terpantau relatif tenang di kisaran 0,1 meter dengan arus mengarah ke utara dengan kecepatan sekitar 84,0 cm/detik. Meski gelombang rendah, faktor angin dan jarak pandang menjadi pertimbangan utama penutupan sementara.

Akibat penutupan tersebut, sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali sempat tertahan di area Pelabuhan Ketapang. Kendaraan mengantre di area parkir dalam pelabuhan sambil menunggu pelayanan kembali dibuka.

“Situasi antrean kendaraan di luar Pelabuhan Penyeberangan Ketapang terpantau lancar. Untuk antrean di area parkir buffer zone nihil,” ungkap Bayu.

Setelah cuaca dinyatakan normal, pelayanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk kembali dibuka pada pukul 15.45 WIB. Aktivitas pelayaran berjalan normal setelah penutupan sementara tersebut.

Pada hari yang sama, tercatat sebanyak 28 kapal beroperasi di lintasan Jawa–Bali. Sebanyak 19 kapal melayani penyeberangan melalui dermaga Movable Bridge (MB), sedangkan 9 kapal lainnya beroperasi melalui dermaga Landing Craft Mechanized (LCM).

Pihak BPTD mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk mematuhi ketentuan dan arahan petugas di lapangan. Penutupan sementara pelabuhan ditegaskan sebagai langkah antisipatif demi menjamin keselamatan pelayaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....