Cuaca Ekstrem, Polisi Ingatkan Black Spot di Jember

  • 03 Feb 2026 23:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Satlantas Polres Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, seiring cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi pengendara yang melintas di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas, yang kerap memicu insiden fatal di wilayah Kabupaten Jember.

Kasatlantas Polres Jember, AKP Bagas Simarmata, menyebut ada beberapa wilayah kategori black spot atau titik rawan kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi. Salah satunya di Bangsalsari.

“Karena kontur jalannya lurus, tingkat kesadaran berlalu lintas dan kelengkapan perlu ditingkatkan, kecepatan tinggi, memicu wilayah itu menjadi area black spot,” kata dia.

Selain itu, lalu lintas kendaraan berat roda enam ke atas juga turut meningkatkan risiko kecelakaan.

“Bangsalsari sampai saat ini masih menjadi wilayah dengan tingkat kecelakaan cukup tinggi. Kami imbau pengendara benar-benar menjaga kecepatan dan kelengkapan berkendara,” ujarnya.

Titik rawan lainnya berada di ruas jalan Jenggawah–Ambulu. Di jalur ini, meski jumlah kecelakaan tidak selalu paling banyak, namun tingkat fatalitasnya tergolong tinggi.

Berdasarkan catatan kepolisian tahun 2025, dari sekitar delapan kasus kecelakaan yang terjadi, enam di antaranya berujung korban meninggal dunia.

“Ini yang harus menjadi perhatian serius. Angka fatality rate di jalur tersebut cukup tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah, menekankan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga perubahan cuaca mendadak, turut meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Ia mengimbau pengendara untuk menurunkan kecepatan hingga 20–30 kilometer per jam saat kondisi hujan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu utama, serta menghindari penggunaan bahu jalan yang licin.

Pengendara juga diminta tidak nekat menerobos genangan air yang berisiko menyebabkan kendaraan mogok.

“Waspadai juga angin kencang dan potensi benda jatuh. Hindari berkendara dekat pohon besar, baliho, atau tiang listrik,” ujarnya.

Jika mengalami kondisi darurat seperti aquaplaning, disarankan untuk tidak mengerem mendadak, melainkan melepaskan pedal gas secara perlahan dan menepi di tempat aman.

Berdasarkan data, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 1.310 kasus kecelakaan lalu lintas di Jember. Sementara pada awal 2026 ini, jumlah kecelakaan yang telah teridentifikasi berkisar 50-60 kasus.

Selain faktor cuaca dan kondisi jalan, polisi menilai rendahnya kesadaran berlalu lintas masih menjadi penyebab dominan kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari satu orang.

“Lalu juga melawan arus, menerobos lampu merah, hingga terburu-buru ingin cepat sampai tujuan. Kami harap dengan imbauan ini, masyarakat bisa lebih tertib, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan,” ujarnya.

Selain Bangsalsari dan Jenggawah–Ambulu, kepolisian juga meminta pengendara mewaspadai Jalan Raya Jember–Lumajang, Simpang Empat Mangli yang rawan kemacetan, serta kawasan Gumitir yang memiliki potensi longsor saat hujan deras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....