Kisah Queen UMKM Soes dan Mall Desa

  • 03 Feb 2026 23:17 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Sore itu, aroma manis kue sus hangat tercium dari sebuah rumah sederhana di Dusun Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Di dapur rumah tersebut, Ibu Ayu—pemilik UMKM Queen Soes tampak sibuk menata adonan, sementara beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) duduk mengelilinginya dengan laptop dan ponsel di tangan.

Bukan sekadar menerima pesanan, Queen Soes kedatangan tamu istimewa yaitu Mahasiswa KKN Kelompok 10 Desa Kaliwining Unmuh Jember yang datang membawa gagasan baru bernama Aplikasi Mall Desa.

Di ruang tamu yang hangat dan akrab, mahasiswa KKN memperkenalkan Mall Desa sebuah platform digital berbasis desa yang dirancang sebagai “etalase bersama” bagi produk-produk lokal. Bukan marketplace besar seperti Shopee atau TikTok Shop, melainkan ruang pemasaran yang dikelola desa untuk mengangkat identitas dan daya saing UMKM setempat.

.Mereka memaparkan bagaimana aplikasi ini bisa membantu UMKM menampilkan produk, menjangkau lebih banyak pembeli, dan membangun brand lokal yang lebih kuat.

Bagi  Ayu, pemilik Queen Soes, konsep ini terasa segar. Selama ini ia memang sudah memasarkan produknya lewat WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Shopee. Namun, keberadaan platform khusus desa menawarkan peluang berbeda—lebih dekat dengan komunitas lokal sekaligus terstruktur secara digital.

“Saya jadi lebih paham cara pemasaran yang berbeda. Kalau Mall Desa benar-benar jalan, semoga penjualan bisa meningkat,” ujar Ayu Selasa, 3 Januari 2026.

Queen Soes sendiri bukan usaha sembarangan. Dengan varian rasa yang beragam dan bahan baku berkualitas, kue sus buatan Ibu Ayu telah menjadi camilan favorit warga sekitar. Konsistensi rasa dan ketelatenannya membuat mahasiswa KKN melihat potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.

Bagi Kelompok 10 KKN Unmuh Jember, sosialisasi ini bukan sekadar program kerja, melainkan bentuk pengabdian nyata. Mereka berharap Mall Desa kelak tidak hanya menjadi aplikasi, tetapi ekosistem pemasaran yang memperkuat ekonomi desa.

Meski masih tahap pengenalan awal, langkah kecil ini membawa harapan besar bahwa dari dapur-dapur rumah di Kaliwining, produk lokal bisa melangkah lebih jauh ke dunia digital tanpa kehilangan akar budayanya.

Dan di tengah senja Bedadung Kulon, aroma manis Queen Soes seolah menjadi simbol manisnya masa depan UMKM Desa Kaliwining.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....