Jemput Bola, Pasutri Banyuwangi Gelar Sunat Gratis

  • 03 Feb 2026 19:17 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Sepasang suami istri di Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi sosial khitan gratis dengan konsep jemput bola atau door to door. Berbeda dari khitan massal pada umumnya, proses sunat dilakukan langsung di rumah anak penerima manfaat oleh tenaga medis profesional.

Aksi sosial bertajuk Sunat on The Road ini digagas Aiptu Setyo Budi Bijaksana bersama istrinya, dr. Khusnul Imama, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang beruntung secara ekonomi dan sosial, termasuk anak yatim piatu.

Setyo menjelaskan, Sunat on The Road lahir dari keinginan membantu anak-anak yang belum dikhitan karena keterbatasan biaya. Konsep jemput bola dipilih untuk menghindari stigma negatif yang kerap melekat pada kegiatan khitan massal.

“Kami ingin membantu anak-anak dari orang tua yang mungkin kurang beruntung. Karena khitan massal sering kali dianggap hanya untuk keluarga miskin,” tutur Setyo, Selasa 3 Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, tim medis mendatangi langsung rumah anak yang akan dikhitan. Seluruh proses dilakukan secara gratis dengan standar medis yang aman dan terkontrol.

“Konsepnya sunat gratis door to door. Kami datang langsung ke rumah penerima manfaat,” Ucap Setyo.

Ia menyebut, kriteria peserta meliputi anak dari keluarga kurang mampu, anak yatim, hingga anak dari keluarga dengan kondisi sosial tertentu, seperti orang tua merantau atau tinggal bersama kakek-nenek tanpa biaya khitan.

“Sebelum pelaksanaan, kami lakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan anak tersebut benar-benar membutuhkan dan keluarganya bersedia,” ungkap Setyo.

Sementara itu, dr. Khusnul Imama mengatakan seluruh proses khitan dilakukan oleh tim medis berpengalaman yang terdiri dari dokter dan perawat. Program Sunat on The Road telah berjalan sekitar 4 bulan, sedikitnya 15 anak dari berbagai wilayah di Banyuwangi telah mengikuti program tersebut.

“Ini dikerjakan oleh tim medis, bukan asal-asalan. Metode yang kami gunakan justru metode terbaik dan paling aman,” ucap Khusnul.

Metode khitan yang digunakan adalah kombinasi laser dan konvensional untuk meminimalkan risiko perdarahan dan pembengkakan. Pasca khitan, anak-anak juga mendapatkan perawatan hingga dinyatakan sembuh.

“Setelah sunat, kami tetap melakukan pendampingan dan kontrol sampai benar-benar pulih,” tutur Khusnul.

Pemantauan pasca tindakan melibatkan kader kesehatan di masing-masing wilayah selama sekitar satu pekan. Tim juga memperhatikan asupan gizi dan kebersihan anak selama masa pemulihan.

Program Sunat on The Road tidak memiliki batas kuota peserta. Selama memenuhi kriteria, anak akan dilayani tanpa pungutan biaya.

“Kegiatan ini murni sosial, tanpa sponsor dan tanpa kepentingan apa pun,” kata Khusnul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....