Korban Banjir Panti Ditemukan 40 Kilometer Dari Lokasi

  • 03 Feb 2026 19:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Korban banjir bandang yang terseret arus sungai di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, ditemukan meninggal dunia sejauh hampir 40 kilometer dari lokasi awal kejadian. 

Jarak hanyut yang jauh ini menunjukkan kuatnya arus saat banjir bandang, yang terjadi pada Senin (2/2/2026) malam.

Kasi Operasi Kantor SAR Banyuwangi, Novix Heryadi, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WIB, ketika banjir bandang menggerus bagian belakang rumah korban yang berada di bantaran sungai.

“Tanah di bawah dapur rumah korban tergerus arus sungai sehingga korban terpleset dan langsung hanyut,” kata Novix kepada RRI, Selasa (3/2/2026).

Setelah menerima laporan kejadian, tim SAR dari Kantor SAR Banyuwangi langsung bergerak menuju lokasi. 

Keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan pencarian sepanjang aliran sungai.

Tim gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Jember, relawan rafting BPBD, FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) Jember, serta SAR OPA Universitas Jember. 

Pencarian dilakukan menyusuri sungai dengan radius awal sekitar 17 kilometer dari titik kejadian. Namun, menjelang pukul 16.00 WIB, tim SAR menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan sesosok jenazah di wilayah muara sungai. 

Lokasi penemuan berada sekitar 35,5 kilometer dari titik awal korban terseret, atau hampir 40 kilometer jika dihitung mengikuti kontur aliran sungai.

“Kalau dipetakan dari lokasi kejadian sampai ke muara sungai, jaraknya kurang lebih 39 sampai 40 kilometer. Korban ditemukan sekitar lima kilometer sebelum muara,” kata Novix.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Dalam proses pencarian, Novix menyebutkan kondisi cuaca relatif mendukung, karena tidak terjadi hujan sejak pagi hingga siang hari. 

Kendala utama di lapangan justru berasal dari kontur sungai yang berbatu, meski debit air sudah tidak deras seperti saat banjir bandang terjadi.

Sekitar 30 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut. Novix juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca yang masih tidak menentu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai saat terjadi hujan lebat, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....