Korban Banjir Bandang di Panti Ditemukan Meninggal
- 03 Feb 2026 18:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Korban banjir bandang yang terseret arus sungai di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, akhirnya ditemukan pada Selasa (3/2/2026) sore, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban bernama Abdul Wahid (52), staf pelayanan umum Kecamatan Panti, ditemukan di wilayah muara sungai Kecamatan Puger, setelah dilakukan pencarian sejak malam kejadian.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, dengan menggunakan perahu karet jenis LCR.
“Sejak pagi dilakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Hingga siang hari korban belum ditemukan, sehingga pencarian dilanjutkan dengan penyisiran manual hingga Dam Gugut,” ujarnya.
Menjelang sore, BPBD menerima informasi dari Polsek setempat terkait penemuan sesosok jenazah di wilayah muara sungai, Kecamatan Puger. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Abdul Wahid.
“Korban sudah masuk ke wilayah hilir, hingga muara sungai menuju laut. Sekitar pukul 16.00 WIB jenazah berhasil dievakuasi,” jelasnya.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan dipulangkan ke rumah duka.
“Kemungkinan jenazah akan langsung dimakamkan pada sore atau malam hari ini,” tambahnya.
Edy mengungkapkan, peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban berupaya menyelamatkan barang-barang dari rumahnya yang berada di bantaran sungai.
Saat banjir bandang terjadi, terdapat empat rumah warga yang terdampak, seluruhnya berada di tepi sungai.
“Korban sempat memindahkan perabot dan dokumen ke bagian depan rumah. Namun saat kembali ke belakang, bagian dapur ambrol sehingga korban terpleset dan langsung terseret arus sungai,” kata dia.
Sementara itu, kondisi warga terdampak banjir bandang berangsur membaik. Sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, meski sebagian lainnya sempat mengungsi.
Warga terdampak sempat diungsikan ke Polindes, Balai Desa, maupun rumah kerabat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
“Tadi pagi hingga siang kami bersama relawan melakukan aksi bersih-bersih rumah, halaman, jalan, dan lingkungan sekitar. Warga mulai kembali setelah situasi dinyatakan aman,” kata Edy.
Terkait kerusakan rumah warga, BPBD Jember masih melakukan pendataan. Tim Jitupasna akan diterjunkan untuk menghitung tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan lanjutan bersama dinas teknis terkait.
“Data kerusakan sedang kami hitung. Selanjutnya akan kami carikan solusi bantuan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....