UNEJ Ciptakan Pupuk Organik dari Limbah Batu Gamping

  • 03 Feb 2026 12:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Universitas Jember (UNEJ) melalui Fakultas Teknik berhasil menghadirkan inovasi teknologi, yang berpotensi mendukung pertanian berkelanjutan di Kabupaten Jember. 

Tim kolaborasi mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Pertambangan menciptakan Mesin Granulator Pupuk Organik berbasis limbah batu gamping, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bahan yang sebelumnya hanya menjadi limbah.

Koordinator Program Studi S2 Teknik Mesin UNEJ, Prof. Mahros Darsin, mendampingi mahasiswa yang terlibat langsung dalam pembuatan alat. 

Mahasiswa Teknik Mesin, Iwan Ahmad, menjelaskan bahwa pengembangan mesin ini memakan waktu tiga bulan, dengan satu bulan untuk desain dan persiapan, serta dua bulan untuk fabrikasi di Laboratorium Manufaktur Teknik Mesin.

“Komponen utama mesin ini terdiri dari plat besi dan pipa galvanis tahan karat pada bagian roller, menggunakan motor 1.500 Watt dengan speed reducer tipe WPA rasio 1:50 untuk meningkatkan torsi,” ujarnya. 

Menurut Iwan, mesin itu unik karena menggabungkan fungsi mixer dan granulator dalam satu sistem. Desain ini sepenuhnya dirancang dari nol, tanpa meniru cetak biru perusahaan lain. Sehingga lebih efektif untuk mengolah bahan baku lokal.

Ketua Tim Peneliti sekaligus Akademisi Teknik Pertambangan UNEJ, Rina Lestari, menambahkan bahwa ide awal proyek ini lahir dari keprihatinan terhadap menumpuknya limbah batu gamping di Desa Grenden, Kecamatan Puger.

Dengan harga yang sangat murah, sekitar Rp100 per kilogram, limbah ini kini dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas melalui dana hibah inovasi industri LP2M UNEJ.

Pupuk yang dihasilkan memadukan batu gamping sebagai bahan dasar, fosfat untuk meningkatkan nutrisi, kotoran sapi yang telah difermentasi, serta tetes tebu sebagai pengikat dan penambah nutrisi.

“Inovasi ini sejalan dengan program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Kami berharap alat ini dapat segera mendapatkan izin edar agar produksi massal dapat dilakukan, membuka lapangan kerja, dan menyediakan pupuk harga terjangkau bagi petani,” kata Rina.

Selain aspek teknis, Rina menekankan misi sosial dari proyek ini. Penggunaan teknologi tepat guna (TTG) diyakini mampu membantu UMKM dan perusahaan rintisan berkembang, menyerap tenaga kerja lokal, sekaligus menekan biaya produksi pupuk agar manfaat langsung dirasakan petani.

Rina juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendukung kreativitas masyarakat melalui lomba TTG rutin, pelatihan bagi anak jalanan dan warga binaan lapas, serta pembinaan calon pengusaha. 

Menurutnya, inovasi seperti ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, tetapi juga berpotensi menurunkan angka kriminalitas di wilayah Jember.

Dengan hadirnya Mesin Granulator Pupuk Organik ini, UNEJ menunjukkan sinergi nyata antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....