Pencarian Korban Banjir Berlanjut, Warga Kembali ke Rumah
- 03 Feb 2026 12:03 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Hingga Selasa (3/2/2026) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember masih melakukan pencarian terhadap Abdul Wahid.
Warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, itu dilaporkan hilang terseret banjir bandang pada Senin (2/2/2026) malam. Tim gabungan BPBD, Basarnas, dan relawan terus menyisir sepanjang DAS Badean.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo mengatakan, pencarian korban menjadi prioritas utama penanganan bencana saat ini.
“Sampai siang ini belum ada laporan penemuan, sehingga penyisiran masih terus dilakukan menyusuri aliran sungai dari wilayah Panti hingga Rambipuji,” ujar Edy, kepada RRI.
Selain pencarian korban, BPBD Jember bersama relawan dan masyarakat melakukan pembersihan material lumpur yang menggenangi rumah warga dan badan jalan.
Untuk mempercepat proses tersebut, BPBD telah menurunkan dua unit mesin pompa air (alkon) ke lokasi terdampak.
“Pembersihan kita lakukan bersama warga, baik di lingkungan rumah maupun di sepanjang jalan yang sempat terendam lumpur akibat luapan banjir,” tambahnya.
Terkait kondisi warga, Edy menyebutkan bahwa pada Senin malam sekitar 30 warga sempat diungsikan ke Polindes dan Balai Desa Pakis, sebagai langkah antisipasi kemungkinan banjir susulan.
Kelompok rentan seperti ibu-ibu, anak-anak, dan lansia dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sementara para kepala keluarga diminta tetap berjaga di sekitar rumah.
“Pengungsian sifatnya antisipatif. Sampai sekitar pukul 24.30 WIB kondisi relatif aman, dan pagi ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih,” kata dia.
Kondisi Sungai Badean sendiri, lanjut Edy, kini sudah kembali normal. Debit air menurun dan warna air berangsur jernih, sehingga mendukung proses pembersihan lingkungan pascabanjir.
“Kalau dini hari tadi air masih coklat dan berlumpur. Tapi pagi ini sudah relatif jernih, sudah bisa digunakan dan debitnya normal,” katanya.
Untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, BPBD Jember telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk membuka dapur umum secara mandiri.
Logistik bahan makanan telah disalurkan sejak Senin malam. Namun, karena warga sudah kembali ke rumah, dapur umum tidak lagi dioperasikan penuh.
Edy mengingatkan masyarakat agar tetap waspada cuaca ekstrem. Berdasarkan rilis BMKG, wilayah Jember masih berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga tinggi, pada periode 1–10 Februari 2026.
| Baca juga: Banjir Rob Merusak Tujuh Rumah Warga Pesisir |
“Banjir bandang kemarin terjadi meski di wilayah hilir tidak hujan. Karena hujan deras terjadi di hulu. Ini yang sering tidak disadari masyarakat,” kata dia.
Sebagai informasi, banjir bandang terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 19.40 WIB akibat hujan berintensitas sedang hingga lebat di wilayah hulu Sungai Badean.
Arus deras bercampur lumpur, bambu, dan material kayu meluap ke permukiman warga di Desa Pakis, Kecamatan Panti, serta berdampak hingga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji.
Di Kecamatan Panti, empat rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur, bahkan sebagian tergerus arus sungai.
Selain itu, enam rumah terendam lumpur setinggi sekitar 15 sentimeter, dan sekitar 30 rumah lainnya terdampak luapan banjir di area halaman. Satu warga dilaporkan terseret arus, yakni Abdul Wahid.
Sementara di Kecamatan Rambipuji, tepatnya di Dusun Tembelang, Desa Pecoro, dua rumah terendam banjir berlumpur setinggi sekitar 40 sentimeter, serta terdapat material bambu yang roboh dan menyumbat aliran sungai.
BPBD Jember bersama unsur terkait terus melakukan penanganan lanjutan, mulai dari pencarian korban, pembersihan lumpur, hingga evakuasi material yang menyumbat aliran sungai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....