Jenazah Diduga Wawan Dipulangkan sebagai Mr X
- 02 Feb 2026 21:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Jenazah yang diduga merupakan I Wayan Teja Setiawan alias Wawan, kru KMP Tunu Pratama Jaya, dipulangkan dengan status Mr X pada Minggu malam, 1 Februari 2026. Jenazah tersebut ditemukan saat proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.
Keputusan pemulangan dengan status Mr X diambil karena tim berwenang, khususnya Disaster Victim Identification (DVI), belum dapat memastikan identitas jenazah secara mutlak. Meski ditemukan identitas diri yang mengarah pada Wawan, prosedur DVI mengharuskan pemenuhan syarat ilmiah tambahan sebelum penetapan resmi.
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, jenazah ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi tidak utuh. Namun saat ditemukan, terdapat sejumlah barang yang masih melekat pada tubuh jenazah.
“Pada saat ditemukan, jenazah dalam kondisi tidak utuh. Namun terdapat barang melekat berupa pakaian, KTP, SIM, serta sebuah telepon seluler,” kata Wahyudi, Senin 2 Februari 2026.
Dalam kartu identitas yang ditemukan, tertera nama I Wayan Teja Setiawan. Pihak keluarga yang diminta mencermati barang-barang tersebut juga meyakini bahwa jenazah adalah Wayan Teja alias Wawan.
Meski demikian, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) Tim DVI, identitas yang melekat belum dapat dijadikan dasar tunggal untuk menetapkan identitas jenazah secara resmi.
“Sesuai identitas dan handphone memang mengarah pada korban. Namun secara SOP, Tim DVI tidak bisa langsung menetapkan. Ada persyaratan lanjutan yang harus dipenuhi,” ujar Wahyudi.
Karena keyakinan pihak keluarga, jenazah tetap diserahkan untuk dimakamkan. Namun secara administratif, status jenazah masih tercatat sebagai Mr X hingga proses identifikasi DVI rampung.
“Proses pendalaman masih berlangsung. Penetapan resmi identitas jenazah akan diumumkan oleh Tim DVI setelah seluruh tahapan selesai,” tutur Wahyudi.
Sementara itu, Ratna, istri Wawan, meyakini jenazah tersebut adalah suaminya berdasarkan pakaian dan barang-barang pribadi yang melekat. Ia menyebut keluarga mengenali celana yang dikenakan jenazah beserta isi saku di dalamnya.
“Di dalam celana ada handphone merek Realme, KTP, dan SIM. Saya ingat mereknya dan itu sama,” kata Ratna saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Blambangan, Minggu 1 Februari 2026 malam.
Ratna menjelaskan, Wawan merupakan warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ia bekerja sebagai kelasi di KMP Tunu Pratama Jaya dan telah dua tahun menjadi kru kapal tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....