DLH Banyuwangi Tanggapi Polemik TPS3R Sobo

  • 02 Feb 2026 19:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Polemik rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sobo mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi. Hal ini sering munculnya penonalakan dari warga Perumaha Adi Mas Sobo yang berdekatan dengan lokasi rencana pembangunan TPS3R diwilayah setempat. 

Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, kekhawatiran sebagian warga muncul karena masih adanya salah persepsi mengenai fungsi TPS3R. Padahal, TPS3R merupakan fasilitas pengolahan sampah skala kawasan yang mengedepankan pemilahan dan pengolahan sejak awal, bukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Perlu kami luruskan, TPS3R berbeda dengan TPA. TPS3R bukan tempat penumpukan sampah, melainkan tempat pengolahan yang terkontrol,” ujar Dwi Handayani, Senin, 2 Februari 2026.

Yani, sapaan akrabnya, menjelaskan TPS3R justru dirancang agar bisa berada dekat dengan sumber timbulan sampah, termasuk kawasan permukiman. Seluruh proses pengolahan dilakukan di dalam bangunan tertutup dengan standar operasional prosedur yang ketat.

Menurutnya, pengalaman pembangunan TPS3R di sejumlah wilayah Banyuwangi membuktikan fasilitas tersebut tidak menimbulkan gangguan lingkungan. Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah membangun TPS3R Balak di Kecamatan Songgon dan TPS3R Desa Tembokrejo di Kecamatan Muncar.

“TPS3R Tembokrejo bahkan meraih Plakat Adipura sebagai TPS3R Terbaik Nasional dari KLHK. Artinya, konsep ini sudah teruji dan aman bagi lingkungan sekitar,” kata Yani.

Terkait TPS3R Sobo, Yani menyebut fasilitas tersebut akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare. Namun area yang digunakan untuk pengolahan hanya sekitar 9.200 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 0,4 hektare. Sisanya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan buffer zone.

“Sampah yang masuk langsung dipilah. Sampah bernilai ekonomi dijual, sampah organik diolah menjadi kompos dan maggot. Residu yang tidak bisa diolah baru dibawa ke TPA,” tutur Yani.

DLH Banyuwangi berharap masyarakat tidak lagi khawatir dan dapat melihat TPS3R sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan, bukan ancaman lingkungan.

“TPS3R hadir untuk mengurangi beban TPA, menjaga lingkungan tetap bersih, sekaligus memberi manfaat ekonomi. Kami terbuka untuk dialog agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” ujar Yani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....