Kopi Premium Raung Jadi Emas Hijau Banyuwangi

  • 02 Feb 2026 17:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Lereng Gunung Raung di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, menyimpan “emas hijau” komoditas pertanian bernilai tinggi berupa kopi premium. Di jalur pendakian gunung tersebut, tumbuh kopi langka jenis Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon yang memiliki nilai jual tinggi di pasar kopi kelas atas.

Kopi Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon tergolong varietas langka di Indonesia dan masuk kategori kopi premium. Keberadaan varietas ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Banyuwangi di tengah persaingan pasar kopi nasional dan internasional.

“Ini salah satu jenis kopi premium yang dimiliki Banyuwangi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa mengembangkan Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dengan kualitas baik. Tapi Banyuwangi punya keunggulan itu,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin, 2 Februari 2026.

Kopi premium tersebut saat ini ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 1 ton per hektare. Dari luasan tersebut, total produksi biji kopi mentah atau green bean mencapai sekitar 7 ton per tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto menjelaskan, pengembangan kopi langka ini kini dilakukan secara lebih serius. Menurutnya, kondisi geografis lereng Gunung Raung sangat mendukung pertumbuhan kopi Arabika berkualitas ekspor.

“Topografi di Kalibaru sangat ideal. Tanah vulkaniknya subur, ketinggiannya sesuai, dan iklimnya sejuk. Faktor-faktor ini membentuk karakter rasa kopi yang khas dan berpotensi besar menembus pasar internasional,” kata Danang.

Berdasarkan asal-usulnya, varietas Yellow Caturra diyakini berasal dari Kolombia, Kosta Rika, dan Nikaragua, sebelum kemudian dikembangkan secara luas di Brasil. Sementara itu, varietas Yellow Bourbon juga berasal dari Brasil dan dikenal sebagai salah satu kopi unggulan dunia.

Di Indonesia, varietas kopi ini dibawa pada masa kolonial Belanda dan hanya berkembang di beberapa wilayah dataran tinggi. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Timur seperti Flores dan Bajawa.

Ceri kopi Yellow Caturra dan Yellow Bourbon dikenal memiliki warna kuning saat matang. Varietas ini menawarkan karakter rasa manis dengan tingkat keasaman yang seimbang, sehingga diminati pasar kopi spesialti.

Danang menyebut, pengembangan kopi langka ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pertanian Banyuwangi. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus kesejahteraan petani kopi.

“Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Dengan kopi premium seperti ini, harga jualnya jauh lebih baik dan berdampak langsung pada pendapatan petani,” ujar Danang.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, lanjut Danang, terus mendorong penguatan budidaya, penanganan pascapanen, hingga pemasaran kopi. Langkah tersebut dilakukan agar kopi Arabika Banyuwangi mampu bersaing di pasar global.

“Potensi ini akan terus kami kembangkan dengan pendampingan dan penguatan hilirisasi. Harapannya, kopi Arabika Banyuwangi dari lereng Gunung Raung semakin dikenal dunia,” tutur Danang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....