Plh Sekda Tak Tahu Pasti Rincian Kerugian Banjir
- 02 Feb 2026 16:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Situbondo, Priyo Andoko mengaku tidak tahu pasti rincian kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang yang berdampak di tujuh kecamatan di Situbondo.
"Saya belum bisa menghitung ya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten yang yang tahu ya," ujar Priyo Andoko usai rapat TAPD bersama dengan DPRD di Aula Gedung DPRD Situbondo, Senin (2/2/2026).
Kata Priyo Andoko, membutuhkan biaya besar untuk penanganan dampak bencana banjir bandang yang terjadi pada 21 Januari 2026 yang mengakibatkan ribuan rumah rusak dan terendam air, saluran irigasi seribuan hektare sawah rusak, termasuk sejumlah infrastruktur.
"Untuk dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang kita punya tentunya tidak mencukupi ya, jadi kita dibantu dari Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. Kalau tidak salah ada sekitar Rp104 miliar," bebernya.
Data sementara BPBD Situbondo, rumah warga terdampak banjir bandang mencapai 7.435 unit dan tersebar di tujuh kecamatan di antaranya Kapongan, Kendit, Bungatan, Mlandingan, Jatibanteng, Besuki, dan Banyuglugur.
Terdampak banjir paling parah akibat luapan air Sungai Lubawang itu, yakni Kecamatan Banyuglugur sebanyak 1.271 rumah, tersebar di Desa Kalianget 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, dan Desa Tepos satu rumah.
Selanjutnya, dampak terparah banjir luapan air sungai ada di Kecamatan Besuki yakni sebanyak 5.414 rumah, tersebar di Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan Desa Bloro empat rumah.
Sementara di Desa Mlandingan Wetan Kecamatan Bungatan ada 113 rumah yang terdampak banjir. Di Kecamatan Mlandingan sebanyak 402 rumah tersebar di Desa Selomukti 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah, serta di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 227 rumah, dan Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng delapan rumah.
Sementara data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo menyebutkan, banjir pekan lalu juga membanjiri 21 lembaga pendidikan SD dan SMP.
Dari 21 SD dan SMP terdampak banjir, ada dua sekolah terdampak paling parah yakni SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur. Dua sekolah ini berdampingan dan terdampak paling parah, tembok pagar belakang sekolah ambruk dan material banjir seperti lumpur dan sampah masuk ke sekolah.
Adapun data lembaga pendidikan SD dan SMP terdampak banjir yaitu SDN 9 Kilensari, SDN 4 Sumberkolak, SDN 2 Curahkalak, SDN 1 Klatakan, SDN 2 Klatakan, Kantor Korwil kendit, SDN 5 Kendit, SDN 1 Bugeman, SDN 1 Banyuglugur, SDN 1 Kalianget, SDN 3, Lubawang, SD Terpadu An Nadwah Lubawang, SDN 2 Kalimas, SDN 2 Pesisir, SDN 6 Pesisir, SDN 7 Pesisir, SDN 2 Blimbing, SDN 5 Olean, SMPN 1 Kapongan, dan SMPN 1 Banyuglugur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....