Serikat Pekerja PLN Serahkan Bantuan Warga Terdampak Banjir
- 02 Feb 2026 15:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Serikat Pekerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Situbondo, menyerahkan bantuan sembako, perlengkapan rumah dan bantuan lainnya kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur.
Ketua Serikat Pekerja PLN UP3 Situbondo, Imam Khoriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata insan PLN terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan PLN kepada masyarakat terdampak banjir bandang. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga serta memberikan semangat untuk segera bangkit pasca bencana,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Katanya, bantuan Serikat Pekerja PLN ini sebagai wujud empati, solidaritas, serta komitmen insan PLN dalam mendukung pemulihan pascabanjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1/2026).
"Kami menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, serta kebutuhan harian lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak banjir," bebernya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Situbondo, Teguh Budi Octavianto, mengapresiasi atas peran aktif Serikat Pekerja PLN dalam aksi kemanusiaan tersebut. Kolaborasi antara manajemen dan Serikat Pekerja menjadi kekuatan PLN dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Peran PLN tidak hanya sebagai penyedia layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang senantiasa hadir dalam berbagai situasi, termasuk saat masyarakat menghadapi bencana," bebernya.
PLN berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang berada di wilayah kerja PLN UP3 Situbondo yakni Bondowoso dan Situbondo.
"Ini bentuk empati dan solidaritas insan PLN terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang," imbuhnya.
BPBD Situbondo mencatat ada 7.435 rumah warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1/2026). Ribuan rumah itu tersebar di tujuh kecamatan di antaranya Kendit, Bungatan, Mlandingan, Jatibanteng, Besuki, Kapongan, dan Banyuglugur.
Banjir terparah berada di Kecamatan Banyuglugur. Genangan air yang masuk ke rumah warga mencapai lebih dari satu meter. Beberapa rumah warga rusak total terseret arus banjir.
Terparah kedua berada di Kecamatan Besuki. Lebih dari 5.000 rumah terendam air, bahkan ada dua orang yakni ayah dan anak yang tersengat aliran listrik dan meninggal dunia saat banjir terjadi.
1.336 hektare lahan pertanian saluran irigasinya terganggu, dan tanamannya rusak. Sejumlah infrastruktur seperti jembatan, putus. Puluhan lembaga pendidikan SD, SMP dan SMA sederajat juga rusak, ikut terendam banjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....