Tren Temperan Menurun, Daop 9 Perkuat Mitigasi
- 01 Feb 2026 18:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - PT KAI Daop 9 Jember terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan masyarakat di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang. Langkah ini dilakukan melalui pengawasan operasional, penataan perlintasan, hingga edukasi keselamatan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Berdasarkan data internal, tingkat keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember menunjukkan tren membaik. Sepanjang 2024, tercatat ada 30 kejadian temperan. Sedangkan pada tahun 2025 jumlahnya menurun, yaitu menjadi 29 kejadian.
Pada 2025, kasus temperan paling banyak terjadi di wilayah Probolinggo dengan 13 kejadian. Selanjutnya Banyuwangi dan Jember masing-masing mencatat enam kejadian.
Kemudian di Pasuruan ada empat kejadian, serta beberapa kejadian lain di wilayah Daop 9 Jember. Sebagai langkah mitigasi, KAI aktif melakukan penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang.
Sepanjang 2025, penataan perlintasan dilakukan di sejumlah daerah, antara lain Banyuwangi dengan tujuh penutupan dan enam penyempitan, Jember dua penutupan dan lima penyempitan.
Disusul di wilayah Lumajang dilakukan satu penyempitan, Probolinggo dua penutupan dan dua penyempitan, serta Pasuruan tiga penutupan dan dua penyempitan.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan keselamatan perkeretaapian tidak hanya menjadi tanggung jawab operator. Tapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Kami terus melakukan evaluasi dan langkah konkret. Mulai dari penertiban perlintasan, pengamanan jalur, hingga sosialisasi keselamatan,” kata Cahyo, Minggu (1/2/2026).
“Namun, kepatuhan pengguna jalan di sekitar jalur kereta api menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan,” tambahnya.
Memasuki 2026, KAI Daop 9 Jember menyiapkan sejumlah program keselamatan berkelanjutan yang berfokus pada pencegahan.
Program tersebut meliputi peningkatan sosialisasi di wilayah rawan kecelakaan, penataan perlintasan sebidang tidak terjaga.
Selain itu, juga penguatan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI, serta penyelenggaraan forum diskusi keselamatan perkeretaapian.
“Keselamatan perjalanan kereta api hanya dapat terwujud secara optimal melalui sinergi dan kesadaran bersama,” kata Cahyo.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang.
Sehingga pengguna jalan wajib berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintasi rel, serta dilarang beraktivitas di ruang manfaat jalur kereta api.
“Pada 2026, kami akan terus mendorong edukasi, penataan perlintasan, serta diskusi lintas sektor agar upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan sinergi dan kesadaran bersama, Daop 9 Jember optimistis keselamatan perjalanan kereta api dapat terus ditingkatkan demi mendukung mobilitas masyarakat yang aman dan andal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....