Pelajar SMPN 3 Puger Gelar Simulasi Tsunami

  • 31 Jan 2026 21:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - SMPN 3 Puger, Kabupaten Jember, menggelar simulasi bencana tsunami. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir selatan Jawa, yang masuk zona megathrust.

Simulasi diikuti oleh 165 siswa, serta 13 guru. Kegiatan dimulai setelah senam pagi, saat siswa berkumpul di halaman. Dalam skenarionya, gempa bumi terjadi saat jam pelajaran berlangsung. Para siswa diajarkan untuk melindungi kepala masing-masing, berlindung di bawah meja, dan menunggu gempa reda sebelum bergerak menuju titik kumpul yang aman.

“Simulasi ini bertujuan agar anak-anak tahu cara melindungi diri ketika gempa, dan jika diperlukan, mengevakuasi diri menuju tempat yang aman dari potensi tsunami,” ujar Nur Lailiyati, Fasilitator Palang Merah Remaja (PMR) Madya SMPN 3 Puger.

Dalam kegiatan tersebut, seorang siswa yang berperan mengalami luka mendapat pertolongan pertama dari PMR sekolah sebelum dievakuasi ke fasilitas medis terdekat.

Langkah ini menekankan pentingnya keterampilan tanggap darurat bagi siswa sejak dini. Valentina Isabel, siswi kelas 8A, mengaku mendapat pengalaman berharga dari simulasi.

“Saya belajar cara melindungi kepala dengan tas, masuk ke kolong meja, menjauhi kaca, dan mengikuti arahan guru menuju titik kumpul dengan tertib,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Kepala Sekolah SMPN 3 Puger, Solikin, menyatakan bahwa pendidikan kesiapsiagaan bencana telah menjadi bagian dari rencana sekolah.

Guru secara rutin mengingatkan siswa tentang langkah-langkah aman saat gempa dan tsunami, agar keterampilan ini juga dapat diterapkan di rumah bersama keluarga.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, simulasi seperti ini sangat penting.

Hal itu karena gedung sekolah berada dekat bibir pantai selatan, yang memiliki risiko tinggi saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

“Dengan simulasi, anak-anak lebih memahami cara menyelamatkan diri dan keluarga,” kata Ghufron.

SMPN 3 Puger bukan satu-satunya sekolah yang mendapat edukasi bencana. Dua hari sebelumnya, PMI Jember menggelar simulasi gempa bumi di SMKN 4 Jember.

Simulasi di SMPN 3 Puger menambah upaya edukasi kesiapsiagaan bencana, untuk meminimalkan risiko korban jiwa di Kabupaten Jember.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....