Warga DAS Semeru Diimbau Waspada Lahar Dingin
- 31 Jan 2026 20:35 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang – Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya lahar dingin, menyusul intensitas hujan yang masih kerap terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih sering turun di sejumlah titik, sehingga berpotensi memicu aliran lahar dingin dari Gunung Semeru.
“Tadi sore tercatat hujan 12 milimeter pada pukul 14.41 WIB, kemudian sekitar pukul 15.45 WIB tercatat hujan 28 milimeter, dan hujan terus berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB meski tidak terekam getaran. Sementara ini tidak ada dampak kejadian menonjol,” kata Isnugroho.
Ia menjelaskan, kondisi hujan dengan durasi lama yang terjadi dalam beberapa hari terakhir perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat dan penambang yang beraktivitas di sekitar DAS Semeru. Isnugroho menegaskan, apabila di puncak Gunung Semeru terlihat mendung tebal berwarna hitam, aktivitas di aliran sungai sebaiknya segera dihentikan.
“Biasanya jika di puncak Semeru terlihat mendung tebal dan berwarna hitam, itu menandakan terjadi hujan deras di hulu,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Masyarakat Peduli Erupsi Semeru Lumajang, Nur Kholik, juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar DAS Semeru agar selalu waspada terhadap potensi lahar dingin, mengingat aliran material vulkanik dapat datang secara tiba-tiba dengan kecepatan tinggi.
“Masyarakat harus waspada potensi lahar dingin karena sangat berbahaya, apalagi jika Gunung Semeru tertutup kabut. Selain lahar, potensi lontaran lava pijar juga perlu diantisipasi,” ungkap Nur Kholik.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi seluruh aturan dan rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan, baik oleh BPBD maupun petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur. Kewaspadaan dini dinilai penting guna meminimalkan risiko bencana, terutama pada puncak musim hujan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....