Akademisi Soroti Minat Anak Muda terhadap Pangan Lokal

  • 31 Jan 2026 00:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ), Prof. Soetriono, menyoroti semakin menurunnya minat generasi muda terhadap pangan lokal. Anak muda dinilai kini lebih memilih makanan yang berasal dari luar negeri dibandingkan pangan tradisional seperti tiwul, gatot, dan jagung.

Menurut Prof. Soetriono, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena berpotensi meningkatkan ketergantungan Indonesia terhadap pangan impor. Jika pangan lokal terus ditinggalkan, maka dalam jangka panjang dapat mengancam kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

“Pengenalan pangan lokal seharusnya dimulai sejak usia dini, mulai dari sekolah dasar hingga tingkat SLTA. Pangan lokal perlu diolah dengan inovatif agar menarik dan diterima sebagai makanan jajanan maupun konsumsi sehari-hari,” ujar Soetriono Jumat, 30 Januari 2026.

Ia juga menilai peran pemerintah masih perlu diperkuat dalam mengampanyekan konsumsi pangan lokal. Pasalnya, dalam berbagai rapat dan kegiatan resmi, suguhan yang disajikan justru didominasi makanan berbahan impor, sementara jajanan pasar berbasis pangan lokal jarang dihadirkan.

“Ini menjadi ironi. Ketika pemerintah mendorong kemandirian pangan, tetapi dalam praktiknya justru memberi contoh konsumsi pangan luar,” tegasnya.

Prof. Soetriono mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus berlangsung, pangan lokal dikhawatirkan akan semakin terpinggirkan bahkan berpotensi punah. Hal ini dinilai berbahaya karena bangsa Indonesia bisa ‘terjajah’ oleh produk makanan impor.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah nyata dalam melestarikan pangan lokal melalui edukasi, kebijakan, serta keteladanan dalam setiap kegiatan resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....