Satgas MBG Rekomendasikan Relokasi SPPG Sumbersari Usai Banjir

  • 30 Jan 2026 19:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Jember melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbersari, yang terdampak banjir.

Peninjauan lapangan dilakukan pada Jumat (30/1/2026). Hal itu dilakukan untuk memastikan kelayakan lokasi, keamanan pangan, serta kepatuhan perizinan dapur MBG.

Evaluasi dipimpin langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno C. Sembodo serta unsur Muspika Kecamatan Sumbersari.

Tim Satgas mengecek kondisi bangunan dapur, alur produksi makanan, hingga lingkungan sekitar SPPG.

Helmi menjelaskan, hasil pengecekan menunjukkan lokasi SPPG Sumbersari berada sangat dekat dengan saluran air, sehingga rawan tergenang saat curah hujan tinggi.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu proses produksi dan standar keamanan pangan.

“Dari hasil peninjauan, memang lokasinya dekat dengan saluran air. Ke depan, kami memandang perlu adanya relokasi agar kegiatan produksi tidak terganggu dan keamanan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

SPPG Sumbersari diketahui telah beroperasi sekitar tiga bulan dan melayani lebih dari 2.000 porsi Makan Bergizi Gratis setiap hari untuk sejumlah sekolah.

Namun pascabanjir, operasional dapur dihentikan sementara selama dua hari sebagai langkah kehati-hatian.

“Untuk sementara produksi dihentikan. Pihak pengelola juga menyampaikan kesiapan apabila memang harus berpindah lokasi demi kelancaran program MBG,” kata dia.

Selain faktor lokasi, Satgas MBG juga menyoroti kelengkapan perizinan SPPG. Sejumlah dokumen administrasi, termasuk perizinan bangunan, diketahui masih dalam proses meski dapur telah beroperasi.

Temuan ini menjadi bahan evaluasi agar seluruh SPPG di Jember memenuhi standar teknis, higienis, dan administratif.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sumbersari, Dwi Aprilia, mengatakan pihaknya memilih menghentikan sementara operasional untuk melakukan pembersihan dan sterilisasi menyeluruh pascabanjir.

“Kami tidak beroperasi dulu. Dapur dan peralatan harus disterilisasi agar aman digunakan kembali,” katanya.

Selama masa penghentian sementara, pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah belum dilakukan dan tidak dialihkan ke SPPG lain.

Dwi memperkirakan operasional dapat kembali berjalan pada awal pekan depan setelah proses sterilisasi selesai.

Sebagian besar peralatan dapur masih dalam kondisi baik. Namun beberapa wadah makanan atau ompreng dinilai tidak layak pakai dan telah disingkirkan, demi menjaga kualitas dan keamanan makanan.

SPPG Sumbersari melayani sekitar 18 sekolah dengan total penerima manfaat sekitar 2.800 siswa dan tenaga pendidik dari jenjang TK, SD, hingga SMP.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....