Sopir Logistik Desak Pelayaran Ketapang–Lembar Dibuka Kembali
- 28 Jan 2026 20:04 WIB
- Jember
RRI.CI.ID, Banyuwangi - Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mendatangi Gedung DPRD Banyuwangi, Rabu, 28 Januari 2026. Mereka menyuarakan aspirasi agar penyeberangan lintasan Ketapang–Lembar dibuka kembali untuk mendukung kelancaran distribusi logistik antar pulau.
Kedatangan para sopir diterima sejumlah anggota DPRD Banyuwangi dalam agenda hearing. DPRD turut menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya ASDP, KSOP, BPTD, serta GAPASDAP, guna membahas solusi atas persoalan penyeberangan logistik.
Ketua ASLI Slamet Barokah mengatakan, permintaan pembukaan kembali lintasan Ketapang–Lembar sudah lama disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait, namun hingga kini belum mendapat respons yang jelas.
“Masalah lintasan Ketapang–Lembar ini sudah lama. Kami sudah bersurat ke kementerian dan lembaga terkait, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” kata Slamet.
Ia menjelaskan, pengalihan penyeberangan logistik ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo, dinilai tidak efektif. Para sopir menilai lokasi pelabuhan tersebut kurang strategis serta fasilitasnya belum memadai, sehingga berdampak pada biaya dan waktu tempuh distribusi.
“Selain jauh, harga tiket juga lebih mahal. Selisihnya bisa sampai Rp900.000,” ujar Slamet.
Menurutnya, jarak Situbondo ke Banyuwangi relatif dekat dengan biaya transportasi sekitar Rp100.000, sehingga para sopir lebih memilih melintas melalui Banyuwangi. Kondisi tersebut dinilai turut memicu kemacetan di sejumlah titik di wilayah Banyuwangi.
Dengan total anggota mencapai 2.154 sopir, ASLI berharap lintasan Ketapang–Lembar kembali dioperasikan karena dinilai lebih efisien dan terbukti mampu mengurai kemacetan sekaligus memperlancar arus logistik.
Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menyatakan pihaknya menampung aspirasi para sopir dan akan berupaya menjembatani komunikasi antarinstansi terkait.
“Kami di DPRD akan menjembatani dan mendorong supaya ada komunikasi yang baik antar pihak,” ujar Made.
Namun demikian, harapan pembukaan kembali lintasan Ketapang–Lembar belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Meski begitu, Made menyebut peluang pembukaan kembali lintasan tersebut masih terbuka apabila ke depan tercapai kesepakatan dan kesiapan dari seluruh pihak terkait.
“Tadi sudah dijelaskan oleh ASDP, hari ini memang belum. Tapi kalau bicara kemungkinan, tentu masih ada peluang,” ucap Made.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....