Jejak MPJ Fest, Momentum Kebangkitan Kreativitas Santri
- 28 Jan 2026 12:08 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember menjadi saksi bisu sejarah baru dalam peta dakwah digital Nusantara. Menutup tahun 2025 lalu, ribuan mata tertuju pada gelaran Festival Media Pondok Jawa Timur (MPJ Fest), sebuah ajang konsolidasi kreatif yang mempertemukan ratusan pegiat media pesantren dari seluruh penjuru Jawa Timur. Perhelatan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa pesantren telah siap menaklukkan tantangan industri kreatif global. Momentum kebangkitan kreativitas santri di era digital saat ini.
Jejak kemeriahan MPJ Fest 2025 nampak saat Malam Penganugerahan yang menjadi panggung apresiasi bagi para santri yang telah mendedikasikan kreativitas mereka dalam berbagai kompetisi. Beberapa kategori bergengsi yang diumumkan antara lain: Film Pendek & Cinematography Terbaik, Penulis Narasi & Fotografi Terbaik serta Pemeran Terbaik. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa narasi-narasi dari balik bilik santri kini telah dikemas dengan kualitas artistik yang tinggi.

Raffi Alfian, Ketua MPJ Dapil IV, sebagai panitia penyelenggara, kepada RRI menegaskan, "Salah satu momen paling krusial dalam festival ini adalah prosesi estafet kepengurusan Pusat Media Pondok Jatim. Di tengah suasana khidmat, pergantian nakhoda organisasi ini menandai dimulainya babak baru transformasi dakwah digital. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa visi yang lebih segar namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur pesantren." ujarnya, 27 Januari 2026.
Senada dengan semangat tersebut, Mohammad Solihin yang akrab disapa bro VJ, mentor fotografi MPJ Dapil IV menjelaskan, "Guna memastikan kualitas konten yang dihasilkan bukan sekadar amatir, MPJ menghadirkan Madrasah Media. Workshop intensif ini menjadi ruang bagi santri untuk menyerap ilmu langsung dari praktisi profesional. Kehadiran Nasion Patriotik, seorang ahli di bidang konten dan visual, menjadi daya tarik utama. Dalam sesinya, Nasion membekali para peserta dengan strategi konten dan standar visual industri kreatif masa kini. Jadi, santri harus memiliki standar teknis yang setara dengan profesional di luar sana, namun dengan substansi yang jauh lebih bermakna," ungkapnya.

Kehadiran Bupati Jember, Gus Fawait, menambah bobot legitimasi acara ini. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi tinggi dan menegaskan bahwa media pesantren memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas informasi. Santri harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks di ruang digital, tegas Bupati Fawait di hadapan ratusan delegasi. Tidak hanya memberikan orasi, kehadirannya juga menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah dan komunitas pesantren. Turut hadir pula KH Zahrul Azhar Asumta (akrab disapa Gus Hans) Pengurus gerakan Ayo Mondok, beliau juga memberikan motivasi kepada para santri. Dengan jejak keberhasilan MPJ Fest 2025 di PP Al-Qodiri Jember, semangat kolaborasi yang terbentuk diharapkan terus menjalar. Pesan kedamaian dan edukasi dari pesantren kini siap terbang lebih jauh, menembus batas-batas digital untuk menjangkau dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....