TNI/Polri dan Masyarakat Bangun Jembatan Bambu Pascabanjir

  • 28 Jan 2026 04:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - TNI/Polri bersama dengan masyarakat bahu membahu membangun jembatan darurat, pascabanjir bandang yang mengakibatkan jembatan limpas putus.

Jembatan limpas putus akibat diterjang banjir bandang aliran Sungai Maling di Dusun Wringin, Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18:30 Wib.

"Senin pagi (26/1/2026), aparat gabungan dari TNI, Polri, pemerintah desa setempat bersama warga bahu-membahu membangun jembatan darurat berbahan bambu," ucap Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Selasa.(27/1/2026).

Kerja bakti dimulai sejak pukul 09:00 Wib sebagai respons cepat agar akses warga setempat bisa secepatnya terhubung kembali sehingga masyarakat di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya.

"Ini akses utama warga, jadi harus diutamakan. Kami buatkan jembatan sementara dari bambu dan kayu, menyusun landasan jembatan agar bisa segera dilalui," bebernya.

Kata Kapolres Bayu, pembangunan jembatan sementara menjadi prioritas utama karena akses warga untuk beraktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Keinginan kami hanya satu yakni akses masyarakat bisa pulih kembali. Dengan adanya jembatan bambu ini, aktivitas sehari-hari maupun jalur perekonomian warga tidak lagi terputus," ucap Kapolres Bayu.

Berdasarkan pantauan, TNI/Polri dan masyarakat, kompak saling bahu membahu membangun jembatan bambu sementara untuk membuka akses warga di Desa Wringinanom yang terisolir akibat putusnya jembatan limpas.

Jembatan itu merupakan akses utama bagi warga Desa Wringinanom. Kini, setelah jembatan sementara itu rampung, masyarakat bisa kembali beraktivitas, seperti bekerja, ke pasar, sekolah, dan sebagai penghubung menuju desa lainnya.

Kepala Desa Wringinanom Sahrudin menyampaikan apresiasinya atas respon cepat dari pihak Kepolisian dan TNI serta masyarakat. Kerja sama ini sangat membantu menenangkan warga yang sempat terisolasi akibat jembatan putus.

"Berkat kekompakan semua pihak, akses warga kembali terbuka. Ini sangat penting bagi kelancaran ekonomi desa kami pasca bencana banjir," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....