Angkat Feminisme, Lulusan UIN KHAS Raih Skripsi Terbaik
- 27 Jan 2026 16:07 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, JEMBER – Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Levina Cahyarani, berhasil meraih predikat skripsi terbaik pada Yudisium ke-33 Fakultas Dakwah.
Predikat tersebut diraih melalui skripsi berjudul “Representasi Wacana Feminisme dalam Web Series Bidaah: Analisis Wacana Kritis Sara Mills” yang dinilai unggul di antara 182 skripsi mahasiswa Fakultas Dakwah yang dikukuhkan dalam yudisium yang digelar di Hotel Royal Jember, Senin, 26 Januari 2026.
Skripsi Levina dinilai istimewa karena mengangkat isu feminisme yang relevan dengan kondisi sosial saat ini, terutama terkait masih maraknya diskriminasi terhadap perempuan di berbagai ruang sosial. Dalam penelitiannya, Levina menganalisis bagaimana perempuan direpresentasikan dalam media melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills, dengan fokus pada relasi kuasa dan posisi gender.
| Baca juga: MCP, Bekal Mahasiswa Menembus Dunia Kerja |
“Isu feminisme penting untuk dikaji secara akademis agar tidak hanya dipahami sebatas pandangan umum, tetapi secara lebih mendalam dan kritis,” ujar Levina.
Web series Bidaah dipilih sebagai objek penelitian karena dinilai mampu menggambarkan perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya serta kesetaraan gender. Melalui kajian tersebut, Levina menunjukkan kemampuan analisis kritis yang kuat, didukung oleh capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan.
Koordinator Program Studi KPI, Dr. Ahmad Hayyan Najikh, M.Kom.I., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Levina menjadi kebanggaan bagi program studi dan mencerminkan praktik akademik yang baik.
“Alhamdulillah, mahasiswa KPI pada Yudisium ke-33 ini berhasil meraih predikat skripsi terbaik. Ini menunjukkan keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik komunikasi,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi langkah awal bagi Levina untuk mengimplementasikan keilmuannya di tengah masyarakat. “Tantangan sesungguhnya dimulai ketika lulusan kembali ke masyarakat dan menerapkan ilmunya secara nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Levina mengaku selama proses penyusunan skripsi menghadapi berbagai tantangan dan rasa takut. Namun, ia berkomitmen untuk menyelesaikan penelitian dengan persiapan matang dan doa.
“Apa yang sudah saya mulai harus saya selesaikan. Berhasil atau tidak, yang terpenting saya sudah berusaha maksimal,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....