Transportasi Jadi Prioritas Layanan Haji Lumajang 2026

  • 27 Jan 2026 08:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan kualitas layanan transportasi menjadi kunci utama dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akan mengawal penuh layanan antar-jemput jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan agar berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lumajang saat menerima audiensi Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kabupaten Lumajang di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Senin, 26 Januari 2026.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menekankan bahwa layanan transportasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung pada kondisi fisik dan psikologis jemaah, khususnya jemaah lanjut usia.

“Layanan antar-jemput harus dikelola secara profesional. Jemaah harus berangkat dalam kondisi tenang, tidak lelah, dan tidak khawatir. Pemerintah daerah akan mengawal penuh agar armada, jadwal, dan pengawalan berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman,” tegas Bunda Indah.

Menurutnya, perjalanan dari daerah menuju embarkasi kerap menjadi fase paling melelahkan bagi jemaah. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memastikan kesiapan armada, kelayakan kendaraan, kompetensi pengemudi, serta pengaturan jadwal keberangkatan agar tidak menimbulkan antrean panjang dan kelelahan berlebih.

Bunda Indah juga menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, FK KBIHU, serta instansi terkait guna membangun sistem transportasi jemaah yang terintegrasi dan berstandar keselamatan tinggi.

“Kita ingin tidak ada jemaah yang terlambat, tidak ada yang terpisah dari rombongan, dan tidak ada yang menghadapi risiko akibat kelalaian teknis. Semua harus tertib, terukur, dan terawasi,” ujar Bunda Indah.

Selain aspek teknis, ia menekankan pentingnya pendampingan selama perjalanan, khususnya bagi jemaah lansia dan jemaah berkebutuhan khusus. Menurutnya, layanan transportasi harus didukung kesiapan petugas pendamping, layanan kesehatan dasar, serta mekanisme tanggap darurat.

“Transportasi yang nyaman merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan jemaah. Ini bukan semata soal fasilitas, tetapi tanggung jawab negara dalam melindungi warganya,” ungkapnya.

Audiensi tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang yang menempatkan layanan transportasi sebagai prioritas utama penyelenggaraan ibadah haji Tahun 2026. Dengan pengawalan ketat, koordinasi lintas sektor, dan standar pelayanan yang jelas, pemerintah daerah optimistis perjalanan jemaah menuju Tanah Suci dapat berlangsung lebih tertib, manusiawi, dan berkualitas.

“Target kita sederhana namun fundamental, jemaah berangkat dengan tenang, tiba dengan selamat, dan dapat beribadah dengan khusyuk sejak langkah pertama,” pungkas Bunda Indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....