Sosok Edi S. Dono, Dentist Entrepreneur dari Banyuwangi
- 26 Jan 2026 22:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Jika passion, peluang, dan ketekunan bertemu di satu titik, maka kesuksesan bukan lagi sekadar impian. Prinsip itulah yang tercermin dalam perjalanan hidup drg. Edi S. Dono, alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember angkatan 2002, yang berhasil menapaki dua dunia berbeda yaitu kedokteran gigi dan pertanian.
Dilansir dari halaman webstie Fakultas Kedokteran Univeraitas Jember Senin, 26 Januari 2026, Berpraktik sebagai dokter gigi di kediamannya di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, tidak membuat drg. Edi Dono berhenti berkontribusi di bidang lain. Di luar aktivitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut, ia justru menekuni sektor pertanian bidang yang kerap dipandang bertolak belakang dengan dunia medis.
Namun bagi Dono, keduanya bukanlah dua kutub yang saling meniadakan. Ia melihat potensi besar wilayah Tapal Kuda, khususnya Banyuwangi, yang dikenal unggul dalam sektor agroindustri, mulai dari pertanian, industri pengolahan, hingga perdagangan. Dari sanalah lahir gagasan untuk merintis usaha pembibitan tanaman buah bersertifikat.
Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi Kelompok P4S Suka Tani, yang dirintis dari skala kecil hingga mampu bertahan dan tumbuh selama lebih dari satu dekade.
“Alhamdulillah, setelah 15 tahun berkecimpung di pembibitan, kami masih bisa bertahan sampai hari ini,” ungkap Edi Dono mengenang perjalanan usahanya.
Keunggulan Kelompok Suka Tani tidak hanya terletak pada ketekunan, tetapi juga pada legalitas dan kualitas. Saat ini, Suka Tani tercatat sebagai satu-satunya lembaga di Banyuwangi yang telah mengantongi sertifikat dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.
Sertifikasi tersebut menjamin bahwa benih dan bibit yang diedarkan merupakan bibit buah unggul berlabel, dengan asal-usul dan mutu hasil panen yang jelas.
Bagi EdibS Dono, pertanian bukan sekadar alternatif profesi, melainkan jalan pengabdian. Melalui inovasi, pelatihan petani, serta pengembangan varietas unggul, ia berharap sektor pertanian di Banyuwangi terus berkembang dan menjadi ruang belajar sekaligus inspirasi bagi generasi muda.
Kisah Edi S Dono menjadi salah satu serpihan cerita sukses alumni FKG Universitas Jember. Sejumlah alumni tercatat berhasil menapaki jalur wirausaha, baik yang linier dengan bidang keilmuan seperti pendirian klinik dan pemasaran alat kedokteran gigi, maupun yang memilih jalur “anti-mainstream” seperti usaha oleh-oleh, event organizer, katering, hingga travel umrah.
Fenomena tersebut menegaskan bahwa lulusan FKG Universitas Jember tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha. Sejalan dengan visi kampus dental agromedis, FKG UNEJ berkomitmen mencetak lulusan yang berintegritas, berkarakter, profesional, mampu mengembangkan ipteks kedokteran gigi, serta memiliki daya saing tinggi dengan keunggulan agromedis berwawasan green dentistry.
Dari kursi praktik dokter gigi hingga lahan pembibitan, drg. Edi S. Dono membuktikan bahwa keberanian melangkah di luar pakem justru dapat melahirkan kontribusi yang lebih luas bagi daerah, bangsa, dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....