BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat
- 26 Jan 2026 12:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jember untuk tetap waspada, terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Prakirawan BMKG Banyuwangi Pos Meteorologi Jember, Akmal, menjelaskan bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jember dan sekitarnya, diperkirakan berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Ketinggian gelombang diprakirakan berkisar antara 1,25 meter hingga 4 meter, pada periode 26-28 Januari 2026. Selain kondisi laut, BMKG juga memantau potensi peningkatan curah hujan di Jember.
Pada Senin (26/1/2026), cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan. Namun, mulai 27–29 Januari, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir berpeluang terjadi hampir merata di Jember.
Memasuki Jumat dan Sabtu, cuaca diprediksi relatif lebih stabil dengan dominasi cerah berawan, meski masih ada potensi hujan lokal pada siang hingga sore hari.
“Sedangkan pada hari Minggu, peluang hujan diperkirakan semakin kecil,” tambahnya, saat on air Halo RRI, Senin (26/1/2026).
BMKG juga menyoroti pengaruh Bibit Siklon Tropis Luwana yang berada di Samudra Hindia, utara Australia. Siklon tersebut mulai terbentuk sejak 21 Januari, menguat pada 22–24 Januari.
Namun, siklon tersebut mulai melemah sejak 25 Januari 2026, karena bergerak mendekati daratan Australia. Meski melemah, dampak tidak langsung dari sistem tersebut masih berpotensi memicu.
“Seperti angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” kata Akmal.
Terkait aktivitas masyarakat pesisir, kata dia, BMKG menyatakan nelayan masih dapat melaut dengan tetap memperhatikan batas keselamatan.
Aktivitas disarankan tidak terlalu jauh dari bibir pantai serta terus memantau perubahan cuaca secara visual. Akmal mengingatkan, tanda-tanda seperti kenaikan gelombang secara tiba-tiba.
Seperti embusan angin yang semakin kuat, hingga pergerakan pohon dan dedaunan yang tidak biasa, perlu diwaspadai. Itu sering menjadi indikasi awal angin kencang yang dapat disusul gelombang tinggi.
“Ketika angin kencang muncul, biasanya gelombang tinggi akan menyusul. Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari risiko di laut maupun di wilayah pesisir,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....