Cerita Buaya Albino Favorit Warga San Fransisco

  • 26 Jan 2026 12:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, San Fransisco - Claude, buaya putih sepanjang 10 kaki dan berat 300 pon dengan mata merah muda dan penglihatan yang buruk, pernah menelan sepatu balet seorang gadis muda setelah mencuri sepatu tersebut. Bart Shepherd dari akademi ilmu pengetahuan California, tempat Claude tinggal selama 17 tahun hingga kematiannya pada Desember, menceritakan insiden tersebut kepada para penggemar di taman Golden Gate yang dikutip oleh BBC News 20 januari 2026. Ia mengatakan bahwa mengeluarkan sepatu dari mulut buaya tersebut sangatlah sulit dan memerlukan anestesi berat, peralatan khusus, serta kerja sama tim dokter hewan dan staf. Meskipun terjadi komplikasi, tim berhasil mengeluarkan sepatu dari mulut Claude

Claude adalah buaya albino yang jarang bergerak dan selalu mendapatkan perhatian dari banyak orang. Pada hari Minggu, ratusan orang berkumpul di San Fransisco untuk merayakan kehidupan dan warisan buaya albino kesayangan kota tersebut. Bahkan nama Claude digunakan pada sebuah nama band brass bergaya New Orleans, roti sourdough putih dengan Panjang delapan kaki, Drag Queen Story Time yang merupakan program literasi anak-anak di mana menampilkan drag queen yang membacakan buku cerita di sekolah atau di perpustakaan, dan sebuah nama jalan yang resmi di gunakan. Claude the Alligator Way merupakan acara peringatan kematiannya yang benar-benar unik.

Jeanette Peach, direktur komunikasi di akademi tersebut berkata ia sangat gembira melihat warga San Fransisco ikut merayakan ikon San Fransisco yang sangat di cintai banyak orang ini. Menurut Peach, alasan orang-orang menyukai Claude adalah karena Claude mencerminkan nilai-nilai San Francisco yang tidak hanya menerima, tetapi juga secara aktif menyambut perbedaan. Dia mengatakan Claude menjadi ikon yang dicintai karena albinisme langkanya melambangkan visibilitas dan representasi bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau diasingkan. Sebagai hewan yang berbeda dari sesama spesiesnya namun sangat dicintai, Claude mewakili gagasan bahwa menjadi berbeda tidak mengurangi nilai seseorang, melainkan dapat dihargai dan dirayakan oleh komunitas.

Akademi banyak menerima ribuan surat dari para penggemar Claude yang berisikan ucapan terima kasih karena Claude telah menjadi ikon inspirasi bagi anak-anak dan mengingatkan kepada kita semua bahwa perbedaan itu yang membuat unik dan istimewa. Di tulis pada situs web akademi bahwa Claude telah memukau lebih dari 22 juta pengunjung dan menunjukkan kepada semua orang bahwa kekuatan hewan dalam menghubungkan manusia dengan alam dan ilmu pengetahuan. Claude meninggal bulan Desember lalu akibat kanker hati yang di deritanya pada saat usianya 30 tahun. Ia menetas pada tahun 1995 di sebuah peternakan buaya di Louisiana sebelum pindah ke pameran rawa akademi di tahun 2008.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....