Pegiat Literasi Prita HW Bedah Buku Memoar Jember

  • 25 Jan 2026 23:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Sebuah buku memoar yang mengangkat kisah perjalanan dan identitas lokal Jember dipamerkan dalam kegiatan bedah buku Sabtu, 24 Januari 2026 yang digelar melalui kolaborasi program buku keliling bersama Perpustakaan Provinsi Jawa Timur. Buku ini menjadi istimewa karena dicetak khusus untuk kepentingan pendidikan dan tidak diperjualbelikan secara komersial.

Founder The Jannah Institute sekaligus pegiat literasi Jember, Prita HW, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember, yang sebelumnya juga terlibat dalam pengembangan konten lokal di tingkat provinsi.

“Buku ini dicetak menggunakan anggaran APBD dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. Nantinya dibagikan ke instansi-instansi maupun sekolah-sekolah yang membutuhkan,” ujar Prita.

Selain buku, kegiatan ini juga menampilkan pameran foto karya Nana Wasita, fotografer yang sekaligus menjadi pasangan Prita. Foto-foto visual tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga menjadi bagian integral dari isi buku untuk memperkuat narasi yang disampaikan.

Pameran foto ini tercatat sebagai pameran ketiga, sementara buku memoar tersebut dipamerkan untuk kedua kalinya dalam format narasi lengkap. Buku ini mengusung genre memoar yang menceritakan perjalanan seorang pria dalam memandang Jember, sejak masa kecil, merantau selama lebih dari satu dekade, hingga akhirnya kembali dan menemukan kembali kebanggaan sebagai orang Jember.

“Selama ini mungkin masih ada yang memandang Jember sebelah mata. Padahal sisi unik dan kekayaan ceritanya bisa kita bedah lebih dalam,” katanya.

Untuk menjangkau generasi muda, kegiatan ini juga melibatkan Panitia Acara Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menginspirasi anak muda agar lebih mengenal dan mencintai daerahnya sendiri.

Rangkaian acara turut dilengkapi dengan workshop fotografi dan foto story, yang dilanjutkan dengan heritage walking tour di sekitar kawasan Transmart–Masjid Cheng Ho. Peserta diajak menelusuri sejarah kawasan sekaligus memotret berbagai objek yang kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita visual.

“Dari hasil hunting foto, peserta diminta menyusun minimal lima foto menjadi semacam storybook yang punya alur cerita,” jelas Prita.

Melalui kegiatan ini, Prita berharap peserta tidak hanya belajar literasi dan fotografi, tetapi juga membangun sudut pandang baru dalam memaknai Jember sebagai rumah dan identitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....