Seluas 1.336 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Banjir

  • 25 Jan 2026 13:37 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Seluas 1.336 hektare lahan pertanian di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terdampak banjir bandang dan mengakibatkan saluran irigasi terputus.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa perbaikan irigasi lahan pertanian sudah mulai dikerjakan dan akan selesai dalam jangka waktu tiga hari ke depan, dimulai Sabtu sampai Senin, 26 Januari 2026.

"Kami telah memasang pipa sepanjang enam meter dengan diameter 20 inci sebanyak 12 buah, agar fungsi saluran irigasi dapat kembali berjalan sementara waktu," ujar Gubernur Minggu (25/1/2026)

Kerusakan saluran irigasi tersebar di delapan desa dengan panjang kurang lebih 15 meter sehingga suplai air ke lahan pertanian terputus. Delapan desa di antaranya Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih.

"Perbaikan irigasi kami lakukan mulai 24-26 Januari 2026, untuk memulihkan suplai air ke lahan pertanian," tegas Gubernur.

Gubernur menurunkan 31 personel, didukung 1 unit ekskavator standar, 2 unit self loader, 1 unit truck crane, 2 unit dump truck, 12 lonjor pipa diameter 20 inch, serta 400 lembar sandbag untuk memperkuat struktur sementara dan mencegah kerusakan lanjutan.

Selain perbaikan irigasi, Gubernur Khofifah juga mengarahkan tim teknis untuk melakukan penanganan lanjutan berupa normalisasi Sungai Lubawang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi guna mengurangi risiko terjadinya banjir susulan di wilayah tersebut.

"Normalisasi Sungai Lubawang dilakukan agar fungsi sungai kembali normal sehingga potensi banjir bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pertanian,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....