Fenomena Aging Farmer Disoroti dalam Forum Riset Internasional
- 23 Jan 2026 05:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di tengah laju modernisasi dan perubahan orientasi kerja generasi muda, sektor pertanian menghadapi tantangan yang kian nyata: semakin menuanya usia petani. Fenomena yang dikenal sebagai aging farmer ini kembali mengemuka dalam forum riset internasional yang mempertemukan akademisi Indonesia dan Filipina.
Isu tersebut dibahas dalam International Research Dissemination bertajuk “Global Minds and Shared Discoveries: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum”. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan antara Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan Cotabato State University, Filipina, dalam merespons persoalan strategis sektor pertanian.
Salah satu paparan menarik datang dari Nurul Fathiyah Fauzi, dosen Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Unmuh Jember. Melalui penelitiannya berjudul “A Socio-Economic Study of Young Generation’s Interest in the Agricultural Sector”, Nurul mengupas faktor sosial ekonomi yang memengaruhi minat generasi muda terhadap pertanian, khususnya di Kabupaten Jember.
Dalam pemaparannya, Nurul menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini didominasi oleh petani usia lanjut, sementara regenerasi berjalan lambat.
“Jumlah tenaga kerja pertanian terus menurun karena generasi muda cenderung memilih sektor non-pertanian yang dinilai lebih menjanjikan dari sisi pendapatan dan stabilitas kerja,” ungkap Nurul Kamis, 22 Januari 2026.
Hasil riset menunjukkan sebagian besar generasi muda masih berada pada posisi ragu, bahkan kurang berminat untuk menekuni pertanian. Lingkungan sosial, pengaruh teman sebaya, keterbukaan terhadap informasi luar, serta dukungan sosial terbukti berpengaruh positif terhadap minat tersebut. Sebaliknya, ketidakpastian pendapatan menjadi faktor utama yang menghambat ketertarikan generasi muda.
Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa pekerjaan orang tua dan tingkat kosmopolitanisme memiliki pengaruh signifikan terhadap minat generasi muda, sementara usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh berarti. Temuan ini menegaskan bahwa pilihan generasi muda terhadap pertanian tidak semata ditentukan oleh latar belakang pendidikan, melainkan juga oleh lingkungan sosial dan pola komunikasi yang mereka alami.
Melalui forum internasional ini, Nurul menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk merancang strategi regenerasi petani yang lebih adaptif. Pemanfaatan teknologi pertanian modern, pendekatan kewirausahaan, serta penguatan citra pertanian sebagai sektor yang inovatif dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk menarik kembali minat generasi muda.
Forum riset internasional Unmuh Jember–Cotabato State University ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga ruang refleksi bersama lintas negara. Sebuah upaya untuk menjawab pertanyaan besar: siapa yang akan mengolah lahan dan menjaga ketahanan pangan di masa depan jika generasi muda terus menjauh dari sawah?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....