Pesisir Jember Masih Dilanda Gelombang Tinggi

  • 22 Jan 2026 12:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Masyarakat pesisir Jember terus diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seiring puncak musim hujan yang masih berlangsung. Berdasarkan update BMKG Maritim Tanjung Perak, gelombang di perairan selatan Jember pada Kamis (22/1/2026), diperkirakan tinggi, mencapai 2,5 hingga 6 meter.

Kecepatan angin di pesisir diprediksi berkisar antara 9 hingga 33 knot, sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di berbagai wilayah pesisir.

BMKG juga mencatat pasang surut air laut pasang maksimum 220 cm terjadi pukul 11.00 WIB dan 23.00 WIB, sementara surut minimum tercatat 10 cm pukul 04.00 WIB dan 70 cm pukul 17.00 WIB.

Meski bibit siklon tropis 96S di selatan Jawa sudah dinyatakan tidak aktif, prakirawan BMKG Banyuwangi Pos Meteorologi Jember, Adi, menekankan potensi gelombang tinggi tetap perlu diwaspadai.

“Gelombang tinggi diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat. Curah hujan bisa terjadi hampir setiap hari, bahkan disertai petir,” ujar Adi.

Masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan diimbau tetap waspada. BMKG menekankan pentingnya memantau informasi cuaca secara rutin, menjaga kesehatan, serta selalu memperhatikan kondisi laut dan sungai.

Selain itu, BMKG Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 21–30 Januari 2026. Kabupaten Jember menjadi salah satu wilayah yang berisiko tinggi.

Cuaca ekstrem ini bisa menimbulkan hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Fenomena ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia, pola konvergensi angin, gangguan atmosfer equatorial Rossby, dan potensi gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, juga suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih tinggi serta kondisi atmosfer lokal, yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

BMKG menghimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui radar WOFI di stamet-juanda.bmkg.go.id dan memperhatikan peringatan dini tiga harian maupun dua hingga tiga jam ke depan.

Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diminta ekstra hati-hati terhadap dampak seperti longsor, pohon tumbang, jalan licin, dan berkurangnya jarak pandang.

“Dengan peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi, masyarakat pesisir maupun pengunjung wisata pantai diharapkan menyesuaikan aktivitas dan selalu mengutamakan keselamatan,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....