Stok Beras Bulog Jember Aman Jelang Ramadan

  • 22 Jan 2026 11:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Menjelang bulan suci Ramadan, Perum Bulog Cabang Jember memastikan ketersediaan beras di wilayahnya dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog Jember mencapai sekitar 82 ribu ton dan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.

Kepala Bulog Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, mengatakan stok tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Ramadan dan Idulfitri.

Dengan cadangan yang tersedia, Bulog optimistis pasokan beras tetap terjaga. Meski demikian, Ade tidak menampik adanya potensi kenaikan harga beras menjelang Ramadan.

“Biasanya untuk kondisi harga di pasaran mendekati Ramadan itu pasti ada kenaikan. Cuma kan masih bisa terukur lah gitu, dalam batas yang dapat dikendalikan,” kata Ade, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Jember, seperti Pasar Tanjung dan Pasar Patrang, harga beras premium saat ini masih berada di kisaran Rp13.400 hingga Rp13.500 per kilogram.

Bulog Jember terus memantau perkembangan harga untuk memastikan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Untuk menekan gejolak harga, Bulog Jember bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berencana menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program ini dilakukan sebagai langkah intervensi pasar agar harga beras tetap stabil selama Ramadan.

Koordinasi telah dilakukan dengan Bupati Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember.

“Bisa juga diintervensi langsung oleh Dinas Perdagangan Provinsi Jatim. Untuk kelanjutannya di Jember, kemarin kita sudah koordinasi dengan Bupati dan Disperindag untuk operasi pasar murah,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM), Bulog masih menunggu penetapan jadwal dan titik lokasi dari pemerintah kabupaten.

Sebelumnya, Bulog Jember juga telah menggelar operasi pasar dengan menyalurkan enam ton beras kepada masyarakat, terdiri dari beras medium dan premium.

Ade menegaskan, seluruh beras yang saat ini disalurkan Bulog Jember berasal dari produksi dalam negeri hasil serapan petani sepanjang 2025. Ia memastikan tidak ada lagi beras impor yang beredar dalam distribusi Bulog.

"Kalau untuk beras impor kita tidak ada lagi. Sudah menggunakan beras DN (Dalam Negeri) atau beras hasil serapan petani di tahun 2025," kata dia.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga beras menjelang Ramadan. Tetapi juga mendukung petani lokal serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....