Warga Tlogosari Swadaya Perbaiki Jembatan Penghubung Antar Desa

  • 21 Jan 2026 15:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Sejumlah warga di Kecamatan Tlogosari bergotong royong memperbaiki jembatan penghubung antardesa. Jembatan yang menghubungkan empat desa tersebut rusak setelah diterjang banjir bandang pada Desember 2024 lalu. Akses ini sangat vital bagi warga dari Desa Pakisan menuju Desa Sulek, Jebung Kidul, dan Tlogosari.

Sebelum diperbaiki secara permanen, warga sempat menggunakan jembatan darurat dari bambu. Namun, karena kondisi bambu yang mulai melapuk, warga akhirnya berinisiatif melakukan swadaya.

Plt Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Anshori, memberikan penjelasan terkait hal ini. Ia menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan jalan desa, sehingga bukan menjadi kewenangan Dinas BSBK yang mengelola aset jalan, jembatan, maupun irigasi kabupaten.

"Kami tidak bisa menganggarkan perbaikan di sana karena itu merupakan aset desa, meski kerusakannya akibat faktor bencana alam," jelas Anshori saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1/2026).

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya bantuan di masa depan melalui skema tertentu.

"Untuk intervensi ke sana, kami harus berkolaborasi terlebih dahulu. Pembangunan jembatan membutuhkan anggaran yang sangat besar," urainya.

Menurut seorang warga berinisial M, penggalangan dana telah dilakukan selama hampir 10 hari dengan cara berkeliling membawa kotak amal. Dari aksi tersebut, terkumpul dana hampir Rp7 juta.

Selain itu, sebanyak 60 kepala keluarga (KK) juga memberikan iuran swadaya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Kepala desa setempat pun turut menyumbang secara pribadi dan meminjamkan mesin pengaduk semen (molen).

"Penggalangan dana sudah jalan 10 hari, kalau proses perbaikan jembatan ini sudah hampir satu bulan," ungkapnya.

Setiap hari, warga—khususnya dari Dusun Sempolan sisi timur—bergotong royong memperbaiki jembatan dari pagi hingga siang. Pada sore hari, para perempuan membantu dengan berkeliling mengumpulkan donasi.

Inisiatif ini diambil karena jembatan tersebut merupakan akses utama menuju sekolah bagi anak-anak Desa Tlogosari yang bersekolah di Desa Pakisan. Selain itu, akses ini memangkas jarak menuju Desa Jebung Kidul. Jika melewati jalan raya, kondisinya rusak dan warga harus berputar lebih jauh melewati tiga perlintasan.

M mengaku warga sempat meminta perbaikan kepada Pemerintah Desa. Namun, pada tahun 2026 ini, Dana Desa (DD) dikabarkan terpangkas.

"Awalnya kami tunggu-tunggu perbaikannya, katanya bulan April 2026. Ternyata karena DD habis, ya akhirnya kami bergerak sendiri," ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi, bahkan anak-anak turut membantu warga dewasa.

Pembangunan Jembatan Lain di Sisi Barat

Masih di dusun yang sama, tepatnya di RT 21 RW 05, warga juga membangun jembatan secara swadaya. Berbeda dengan kasus sebelumnya, pembangunan ini bukan karena bencana, melainkan faktor keamanan. Simpang tiga di area tersebut sangat dekat dengan jurang dan sering memakan korban.

Kondisi jalan yang terlalu menyiku memaksa pengendara dari arah barat harus mengerem mendadak dan memutar arah dengan sulit saat jalan menurun.

Seorang warga berinisial MR menjelaskan bahwa awalnya warga hanya berencana membuat plengsengan (dinding penahan tanah). Namun, setelah musyawarah, warga sepakat membangun jembatan demi keselamatan.

"Kasihan orang tua yang melintas, apalagi kalau membawa barang, jalannya terlalu curam," ungkapnya.

Jembatan yang dibangun memiliki tinggi 9 meter, panjang 30 meter, dan lebar sekitar 5 meter.

Pengerjaan sudah berjalan sekitar dua bulan dengan dana iuran warga sebesar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per orang. Hingga kini, terkumpul dana sekitar Rp10 juta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....