Pemkab Jember Siapkan Tonggak Baru Kemajuan Pertanian
- 23 Des 2025 21:48 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menaruh optimisme besar terhadap kebangkitan sektor pertanian pada 2025.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan tahun ini menjadi tonggak penting bagi penguatan kesejahteraan petani sekaligus pekerja rentan di wilayahnya.
Komitmen tersebut disampaikan saat meluncurkan Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Senin (22/12/2025).
Ia menyebut realisasi program pembangunan pada 2025 sebagai yang terbesar dalam kurun 40 tahun terakhir dan menjadi catatan sejarah baru bagi Jember.
Salah satu capaian utama yang disoroti adalah perluasan perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah daerah menanggung iuran puluhan ribu pekerja untuk memastikan jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
“Tahun 2025 mencatat angka partisipasi terbesar dalam tiga tahun terakhir. Total 82.093 orang iurannya ditanggung Pemkab Jember,” kata Gus Fawait.
Peserta tersebut terdiri dari 40.300 buruh tani, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 10 ribu petani pangan dan hortikultura, 9.484 pekerja rentan desa, 2 ribu nelayan tangkap, serta ratusan pedagang keliling.
Hingga 10 Desember 2025, total dana manfaat yang telah terserap mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menyentuh angka Rp 20 miliar pada akhir tahun.
Selain perlindungan sosial, Pemkab Jember juga memacu revitalisasi sektor pertanian melalui berbagai bantuan fisik.
Fawait menegaskan target mengembalikan Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur, seiring perbaikan infrastruktur pertanian yang selama ini banyak mengalami kerusakan.
“Sekitar 70 persen infrastruktur pertanian sebelumnya dalam kondisi rusak. Fokus kami adalah memperbaikinya sekaligus menyediakan alat produksi yang lebih modern,” ujarnya.
Sepanjang 2025, bantuan yang telah direalisasikan antara lain 169 unit mesin pra-panen, 111 unit mesin pasca-panen, 644 ton pupuk berbagai jenis, dan 8.728 pohon benih hortikultura.
Kemudian 33.800 bibit perkebunan, serta bantuan untuk 24.292 hektar tanaman pangan. Total nilai bantuan tersebut mencapai Rp73,5 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat dan daerah.
Untuk mempercepat pembangunan, Fawait juga aktif melakukan koordinasi dan lobi ke pemerintah pusat. Ia menyebut kebutuhan anggaran perbaikan jalan di Jember mencapai sekitar Rp1,2 triliun, sehingga tidak dapat hanya mengandalkan APBD.
“Konektivitas udara melalui Bandara Jember menjadi sangat penting, agar koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan lebih efektif dan anggaran pembangunan bisa masuk,” ujarnya.
Ia optimistis pembangunan infrastruktur dan sektor pangan akan semakin masif pada 2026, sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang nyata dan terukur demi mendorong Jember yang lebih maju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....