Bupati Tinjau Jembatan Akses Utama Warga Alas Bayur

  • 01 Des 2025 20:20 WIB
  •  Jember

KBRN, Situbondo: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau jembatan kayu sepanjang 13 meter, lebar 4 meter di Dusun Klompangan, Desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan, Senin (1/12/2025).

Kata Bupati, selaras dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan dan menugaskan untuk membangun 300 ribu jembatan di seluruh pelosok Indonesia.

"Jembatan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Desa Alas Bayur, desa terpencil yang berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian 1.200 meter di permukaan laut (mdpl). Semoga menjadi salah satu jembatan yang akan dibangun Presiden," ujar Bupati Rio saat berada di lokasi.

Kondisi jembatan yang dibangun dengan swadaya itu memprihatinkan dan harus segera dibangun. Bupati mengaku telah menganggarkan Rp1,5 miliar untuk memperbaiki jembatan tersebut tahun 2026.

"Saya berharap, pemerintah pusat membantu pembangunan jembatan di wilayah kami. Karena tahun depan kami akan membangun sembilan jembatan yang merupakan akses utama bagi warga di pelosok desa," tegas Bupati Rio.

Sementara itu, Kepala Desa Alas Bayur, Relawati menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warganya khususnya yang tinggal di Dusun Krajan, Dusun Polay dan Dusun Perrengan Timur.

"Kalau jembatan ini rusak, maka warga saya harus memutar lewat Kabupaten Bondowoso, akses jalannya makadam. Jadi memang jembatan ini harus dibangun kokoh agar kuat saat diterpa banjir dan longsor," ungkapnya.

Relawati mengemukakan, warga Desa Alas Bayur sebanyak 1.700 jiwa. Mereka terbagi di lima dusun yakni Dusun Krajan, Dusun Polay, Dusun Perrengan Timur, Dusun Klompangan, dan Dusun Bayur Bawah.

"Desa kami berada di ujung selatan Situbondo, berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso. Mereka rata-rata petani padi dan jagung," terang Relawati.

Sementara itu, Hamami (55) salah seorang warga Dusun Krajan, Desa Alas Bayur, berharap jembatan tersebut segera dibangun kokoh, agar saat hujan tiba, jembatan dengan alas kayu itu tidak lagi licin sehingga mudah dilalui.

"Banyak warga yang jatuh di jembatan itu karena licin saat hujan. Kalau saya memilih tidak keluar desa saat hujan, karena terlalu berisiko," bebernya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....