Mengenal Tari Jaripah, Sebuah Keteguhan Perempuan Osing
- 07 Okt 2025 22:04 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Dalam gelaran SeIBa International Festival 2025 di UIN Imam Bonjol Padang, sorotan publik tertuju pada satu penampilan yang memikat dan sarat makna: tari Jaripah, seni pertunjukan khas Banyuwangi yang dibawakan oleh empat mahasiswa UIN KHAS Jember.
Tari Jaripah lahir dari kreativitas koreografer Subari Sofyan, yang mengangkat sosok perempuan Osing bernama Jaripah sebagai simbol keteguhan dan spiritualitas.
Dalam budaya Osing, perempuan digambarkan sebagai sosok yang kuat, sabar, dan tegar menghadapi berbagai cobaan hidup nilai-nilai inilah yang menjadi roh utama tarian tersebut.
Dilansir dari website UIN KHAS Jember, pertunjukan diawali dengan kemunculan Barong Kemiren, diperankan oleh Jhil Amanah Maulidya, yang menjadi pusat perhatian di tengah panggung. Tiga penari lainnya Linda Fitriyah, Candra Ayu Auliana, dan Khofifatur Rohmah kemudian hadir membawa bunga dan sajian. Bunga-bunga yang ditebar di sekitar Barong menjadi lambang penghormatan dan ketulusan hati, dua hal yang melekat dalam kehidupan masyarakat Osing.
“Jaripah bukan sekadar tarian, melainkan tafsir kehidupan,Kami ingin memperkenalkan bahwa seni tradisi Osing mengandung nilai-nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan modern” ujar salah satu penari, Linda Selasa (7/10/2025) .
Secara filosofis, tari Jaripah tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga perjalanan spiritual manusia. Setiap hentakan kaki melambangkan perjuangan menundukkan hawa nafsu, sementara gerak tangan yang mengarah ke atas menjadi simbol doa dan kepasrahan. Puncak pementasan terjadi ketika para penari mengenakan topeng Barong, menandakan bahwa setiap manusia membawa kekuatan dalam dirinya, namun juga memiliki kewajiban untuk mengendalikannya demi mencapai kematangan jiwa.
Melalui tarian ini, mahasiswa UIN KHAS Jember tak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi ke panggung internasional, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna keteguhan, keikhlasan, dan pengendalian diri sebagai jalan mendekat kepada Tuhan.
Di balik gemerlap lampu panggung SeIBa Festival, tari Jaripah menjadi pengingat bahwa setiap gerak tradisi adalah doa sebuah perjalanan batin yang menautkan manusia dengan penciptanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....