Edamame Tumbuh Baik di Situbondo, Masuk Standar Ekspor
- 02 Okt 2025 19:28 WIB
- Jember
KBRN, Situbondo: Edamame di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ternyata bisa tumbuh dengan baik. Polongnya berukuran penuh dan berwarna hijau cerah. Dalam satu hektare, mampu menghasilkan tujuh ton edamame.
Menurut GM Research and Development PT Mitra tani 27, Edy Zaen Yuliantoko, hasil panen di atas lahan seluas satu hektare, di Desa Gelung Kecamatan Panarukan, Situbondo ini sudah bagus, dan masuk standar ekspor.
"Ini bagus lah bagi pemula. Mungkin saat awal tanam kurang air ya sehingga populasinya kurang. sudah bagus ya. Tapi ini sudah masuk standar Jepang. Kalau di Jember rata-rata 10 ton per hektare, karena memang sudah mulai dulu. Tapi secara potensi edamame bisa sampai 14 ton," ujarnya di sela panen edamame, Kamis (2/10/2025).
Kata Edy Zaen, edamem punya peluang bisnis yang bagus, karena permintaan global yang terus meningkat. Keuntungannya dalam satu hektare bisa mencapai Rp40 juta. Keuntungan yang signifikan ini membuat banyak petani tertarik untuk menanam edamame.
"Kami siap membeli hasil panen edamame ya. Kalau yang premium kita beli Rp10 ribu per kilogram, kalau non-premium Rp4.000 per kilogram," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang ikut melakukan panen edamame mengajak petani di Situbondo, untuk menanam tanaman jenis kedelai itu. Karena tanah di Situbondo cocok untuk menanam edamame.
"Ini hasilnya bagus. Polongnya besar ya. Apalagi permintaan pasar global, baik domestik maupun ekspor terus meningkat. Mitra Tani juga siap membeli kan," ucap Bupati Rio.
Bupati optimistis, tanaman edamame ini akan tumbuh baik di Situbondo. Hanya butuh upaya lagi agar bisa mencapai potensi panen maksimal yakni 14 ton per hektare.
"Ini kan perdana ya. Jadi, 7 ton per hektare sudah bagus. Namun perlu ditingkatkan lagi tentunya dengan treatmen yang lebih baik," ucap Bupati.
Sementara itu, Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf. Tri Wiratno mengatakan, karena ini adalah panen perdana, maka petani bisa belajar agar mampu meningkatkan produksi tanaman dengan perawatan yang lebih intensif lagi.
"Ini kan perdana ya, tadi disampaikan kalau ini masih butuh treatmen yang lebih baik, agar hasil panennya bisa mencapai sesuai dengan potensi 14 ton," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....