Kalisat Tempo Dulu Di Sudut Kalisat Jember
- 28 Sep 2025 09:09 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Kalisat Tempo Dulu Ke-10 (KTD 10) digelar oleh Studi Arsip Sudut Kalisat di bulan September 2025 mengusung tema Lanskap Bercakap. Dimulai dari 22 seniman melakukan residensi di 10 perkebunan yang tersebar di Jember. Mereka membaca kembali jejak kolonialisme yang tertanam dalam tanah, rel, dan kebun-kebun yang membentuk wajah Jember hari ini. Dari distribusi hasil bumi ke distribusi pengetahuan, Kalisat menjadi pintu baru untuk memahami sejarah, sekaligus merumuskan masa depan, dari muasal nama Jember ialah "Jembrek" yang kini nyaris tak diingat. (Kata Jembrek berarti rawa atau becek)
Sudut Kalisat memulainya dari gagasan awal bahwa lanskap menentukan dan mempengaruhi cara hidup orang-orang di dalamnya. Perkebunan adalah pintu masuk yang dipilih untuk mendengarkan Lanskap Jember bercakap.

Direktur Program Sudut Kalisat Muhammad Iqbal kepada RRI menyampaikan, “Jika dulu Kalisat menjadi tempat distribusi hasil bumi, kini Sudut Kalisat ingin menjadikannya sebagai titik distribusi pengetahuan, melalui KTD 10 yang digelar sejak 8 sampai 14 September 2025. Pameran kami geber selama 7 hari, menampilkan berbagai karya hasil riset dari para seniman dari berbagai latar belakang dan daerah yang telah melaksanakan residensi pada 24 Agustus sampai 4 September 2025 di Desa/Kecamatan Kalisat atau Kampung Lortskal (singkatan dari Lor/Utara Stasiun Kalisat).” ungkapnya, 26/9/2025.
Hasil riset para seniman ini, mereka arsipkan lewat berbagai karya. KTD 10 memamerkannya di 8 titik lokasi yang tersebar di areal rumah warga di Kampung Lortskal. Ada pertunjukkan seni rupa, aroma, film, video, foto, kaligrafi, lukisan, zine, herbarium, hingga cianotipe (cetak matahari).

Lebih lanjut Muhammad Iqbal menerangkan, “Pengunjung bisa sembari berjalan juga berekreasi menyusuri lorong rumah warga Kampung Lortskal. Selain menyebarkan lokasi pameran di 8 titik, tentu hal baru pada KTD 10 ini ialah mengundang para seniman untuk berkolaborasi melakukan riset lewat residensi. Sebab KTD sebelum-sebelumnya, Sudut Kalisat melakukan riset mandiri dan tanpa residensi. Sudut Kalisat ingin konsisten merawat harapan untuk terus belajar tentang lanskap Jember. Jika KTD 10 lanskap perkebunan, pada KTD 9 tahun 2024 kami mempelajari Jember melalui merpati, dan tahun 2023 pada KTD 8 kami membaca sejarah Jember melalui batuan. Acara Kalisat Tempo Dulu 10 kali ini didukung oleh Dana Institusional untuk Lembaga Melalui Dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan.” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....