Kampung Mawar Karangpring, Harapan Kelompok Wanita Tani

  • 12 Sep 2025 23:22 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Aroma wangi mawar menyambut setiap tamu yang datang ke Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi. Desa ini telah lama dikenal sebagai sentra budidaya bunga mawar di Kabupaten Jember. Sayangnya, keindahan dan potensi ekonominya belum sepenuhnya termanfaatkan sebagai daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah situasi itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) Nawasena hadir sebagai motor penggerak. Para ibu di desa ini tak lagi hanya menanam dan menjual mawar, tetapi mulai mengolahnya menjadi produk bernilai tambah seperti sirup, teh, selai, hingga diffuser aroma terapi. Inovasi ini membuat mawar tak hanya indah dipandang, tetapi juga bisa dinikmati dan dibawa pulang.

Keseriusan KWT Nawasena menarik perhatian Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije). Dipimpin dosen Jurusan Manajemen Agribisnis, Sumarlina, bersama Amalia Dwi Marseva, Aulia Nadhirah, Tia Sofiani Napitupulu, serta dosen Jurusan Produksi Pertanian, Elly Daru Ika Wilujeng, dan lima mahasiswa, mereka melakukan survei lapangan. Hasilnya meyakinkan: Karangpring layak dikembangkan sebagai agroeduwisata kampung mawar.

“Desa Karangpring punya kebun mawar yang luas, monumen mawar, area kuliner, hingga lapangan olahraga. Ditambah lagi, ibu-ibu KWT sudah punya produk olahan mawar yang siap dijual sebagai oleh-oleh khas,” ungkap Sumarlina Kamis (11/9/2025).

Namun, potensi tanpa strategi promosi yang tepat akan sulit berkembang. Karena itu, Polije mengajak KWT Nawasena dan Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Karangpring melakukan studi banding ke Teaching Factory Kebun Inovasi Polije, yang sukses mengembangkan wisata petik jeruk.

“Meski baru dibuka 2024, wisata petik jeruk sudah diminati banyak pengunjung. Sederhana, tetapi pengalaman unik yang ditawarkan berhasil menarik wisatawan,” kata Ujang, Manajer Teaching Factory, memberi semangat kepada rombongan KWT.

Langkah berikutnya adalah pendampingan intensif. Tim Polije menggelar pelatihan pengemasan, branding, serta strategi pemasaran baik offline maupun online. Untuk mendukung promosi, mereka juga memberikan bantuan berupa portable booth, roll-up banner, brosur, katalog, foto produk, e-brochure, e-catalog, dan konten digital.

Harapannya, Kampung Mawar Karangpring segera menjadi destinasi wisata baru di Jember yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

“Kami ingin perempuan desa semakin berdaya. Kalau agroeduwisata kampung mawar berkembang, maka kesejahteraan masyarakat Karangpring juga ikut naik,” tegas Sumarlina optimistis.

Bagi warga, kehadiran program ini memberi harapan baru. Desa yang dulunya hanya dikenal karena mawar sebagai komoditas, kini bersiap menata diri menjadi kampung wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga menyejahterakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....