Situbondo Terancam Tak Nikmati Lingkungan Sehat Karena Sampah

  • 06 Sep 2025 21:08 WIB
  •  Jember

KBRN, Situbondo: Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terancam tidak bisa menikmati lingkungan sehat jika tidak segera melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik termasuk juga harus segera melakukan pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) dengan baik.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly mengaku, kehadirannya ke Pendopo Situbondo, menemui Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yulianto adalah dalam rangka memberikan pendampingan terkait pengolahan sampah di Situbondo.

"Situbondo dalam sehari sampahnya mencapai 1.500 ton. Jika pengelolaan sampah masih seperti ini, maka di tahun 2028 kita sudah tidak bisa menikmati lingkungan yang nyaman," ujarnya kepada RRI, Sabtu (6/9/2025).

Kementerian Lingkungan Hidup punya misi untuk menyelesaikan persampahan yang terjadi di Indonesia, salah satu caranya adalah memberikan pendampingan pada kabupaten/kota di Indonesia dalam pengelolaan sampah di TPA yang menjadi salah satu permasalahan besar di Indonesia.

"Situbondo masalah sampahnya masih dalam kaidah-kaidah yang bisa diterima sehingga tidak mendapatkan sanksi administrasi. Namun Situbondo harus sudah mulai memilah sampah organik dan anorganik," tegasnya.

Agus Rusly menambahkan, bahwa Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo merespon dengan baik dan berkomitmen akan menyelesaikan masalah sampah. Bahkan, Bupati Rio mengaku telah melakukan koordinasi, dengan empat kabupaten tetangga yakni Banyuwangi, Probolinggo, Bondowoso dan Jember.

"Tadi pak bupati menyampaikan bahwa sudah bertemu dengan empat kabupaten supaya bisa menyelesaikan sampah agar terorganisir dengan baik. Karena untuk menyelesaikan sampah ini harus bersinergi, terkoordinasi dan terintegrasi agar bisa optimal dalam pengelolaannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Yulianto berterima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup yang berkunjung dan berdiskusi terkait pengelolaan sampah. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan mempersiapkan aksi-aksi di tahun ini.

"Kita sudah mempersiapkan aksi-aksi di tahun ini. Kita akan melakukan clean up se dunia Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di 2026. Kita akan bangun di beberapa tempat. Sudah ada tanah milik Pemkab yang siap dibangun," bebernya.

Selain itu, tahun ini akan dilakukan penyempurnaan TPA di antaranya saluran pipa gas, instalasi pengolahan ari limbah (IPAL), air lindi serta mengoptimalkan penanganan cacing tanah sehingga TPA di Situbondo bukan hanya untuk pengolahan sampah tapi juga bisa menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

"Sampah yang diolah menjadi biogas yang disalurkan ke masyarakat saat ini ada 20 kepala keluarga. Cacingnya juga dimanfaatkan untuk pakan ternak," bebernya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....