Mengenal Candi Ghanten Prajekan, Tak Banyak Yang Tahu
- 05 Sep 2025 15:37 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso : Temuan struktur bata di Desa Walidono, Kecamatan Prajekan, Bondowoso diduga sejaman dengan Candi Ghàten yang tidak begitu jauh dari lokasi temuan beberapa hari lalu. Namun begitu, Tak banyak orang Bondowoso yang tahu tentang Candi Ghànten yang terletak di Kecamatan Prajekan itu. Meski candi ini merupakan satu-satunya yang ditemukan di Bondowoso.
Misadi, Jupel Struktur Pondasi Candi Ganten, menerangkan candi itu ditemukan pertama kali oleh almarhum ayahnya pada tahun 1983. Saat itu ayah dan adiknya sedang bertani, dan menemukan Arca. Namun, karena tahun itu tak paham perihal budaya maka Arca itu dihancurkan.
Di tahun 2018 lalu dilakukan eskavasi oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Bondowoso yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang dan ditemukan potongan-potongan Arca dari kegiatan vandalisme pada masa lalu.
"Separuh badan arca dan potongan lapik arca, yang diduga patung singa itu kemungkinan besar ada di Balai Desa sedangkan yang lainnya kemungkinan sudah hancur atau berada di kolektor," jelasnya, Jumat (5/9/2025).
Kini pengunjung saat datang ke lokasi, hanya akan menemukan struktur dasar dari candi yang berbentuk segi empat. Lokasi itulah, yang dulu merupakan tempat ekskavasi dan ditemukannya potongan-potongan bagian Arca dan relief candi
Kemudian, berjarak sekitar 1 meter juga ada bata yang diduga kuat adalah fondasi Candi Ghànten. Fondasi bata ini ditemukan tahun 2023.
Diakui oleh Misadi bahwa banyak orang percaya di kawasan itu ada candi yang menyimpan harta karun. Oleh karenanya, sering kali dijumpai orang yang bertapa di lingkaran bekas eskavasi Arca Candi.
"Memang ada orang yang bertapa untuk mencari wangsit. Tapi menurut saya memang yang disini mengharap harta karun," ujarnya.
Misadi berharap eskavasi lanjutan yang telah direncanakan sejak tahun 2019 bisa segera terealissi.
Sementara itu, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbudpora Bondowoso, Heri Kusdaryanto, Berdasarkan foto lama dan, struktur bangunan Candi Ghanten dipengaruhi oleh pengaruh agama Hindu.
Ornamen relief dan arca bercorak Hindu dengan budaya Jawa Timuran. Di sekeliling candi berhiaskan pahatan bermotif medalion yang diselingi bingkai motif bunga.
"Lokasi candi diapit dua sungai, yakni Sungai Sarana dan Sungai Babian," ujarnya.
Ia menjelaskan candi tersebut memuat cerita Garudeya yang merupakan cerita mitologi hindu.
Cerita itu berisi pesan moral pembebasan dari perbudakan dengan menggunakan air suci Amerta (air kehidupan). Ini yang diyakini dalam bentuk ruwatan atau selamatan.
Di sekeliling Candi berhiaskan pahatan bermotid Medalion yang diselingi bingkai motif bunga.
"Di pojok Candi terdapat patung Singa dalam posisi duduk terangkat ke atas," terangnya.
Kini, Candi tersebut menjadi salah satu peninggalan yang dilestarikan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....