Petik Laut Lampon Banyuwangi, Warisan Laut Penuh Berkah

  • 27 Jun 2025 21:44 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Sebagai bentuk syukur atas limpahan hasil laut, nelayan Banyuwangi kembali menggelar tradisi Petik Laut di Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Jumat (27/6/2025). Ritual larung sesaji yang telah diwariskan sejak tahun 1927 ini digelar setiap tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk sedekah laut dan doa keselamatan para nelayan.

Tokoh masyarakat Lampon, Suharsono, menjelaskan prosesi dimulai dengan arak-arakan sesaji sejauh satu kilometer dari Kampung Baru menuju bibir Pantai Lampon. Sesaji yang dibawa berupa kepala sapi, hasil bumi, dan hasil laut. Setelah doa bersama, sesaji dilarung ke tengah laut menggunakan perahu.

“Harapan kami, melalui petik laut ini, para nelayan selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah,” ujar Suharsono, Ketua Panitia Petik Laut Lampon, Jum'at (27/6/2025).

Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk serta berbagai kesenian rakyat yang menghibur ribuan warga dan wisatawan yang memadati pantai.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang hadir dalam prosesi tersebut, mengapresiasi kekompakan masyarakat pesisir dalam melestarikan tradisi. “Petik Laut bukan sekadar ritual tahunan, tapi juga wujud gotong royong dan nilai kebersamaan yang luar biasa,” kata Mujiono.

Ia menegaskan, Pemkab Banyuwangi mendukung penuh tradisi ini dengan memasukkannya dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest). Wabup juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian laut.

“Jangan buang sampah ke laut. Laut adalah sumber penghidupan, mari kita rawat bersama,” ucap Wabub.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....