Profesor Gamelan AS Teliti Kekayaan Budaya Banyuwangi

  • 13 Jun 2025 20:41 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Kekayaan budaya Banyuwangi kembali menarik perhatian dunia internasional. Kaplan Professor of Music dari Wesleyan University, Amerika Serikat, Sumarsam, tengah melakukan riset budaya selama tiga hari di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Dalam kunjungannya, profesor gamelan asal Indonesia yang telah menetap di Amerika selama 53 tahun itu mengaku terkesima dengan keragaman tradisi dan seni di Banyuwangi. “Saya sudah melihat Janger Banyuwangi, mendengarkan Mamaca Lontar Yusuf, dan malam ini menyaksikan langsung Seblang Bakungan. Keanekaragaman budayanya sungguh lengkap Banyuwangi,” ujarnya usai menyaksikan ritual Seblang Bakungan, Kamis malam (12/6/2025).

Sumarsam menilai Banyuwangi memiliki ekosistem budaya yang unik dan autentik, yang terus tumbuh meski di tengah arus modernisasi. Ia mengapresiasi bagaimana masyarakat Osing tetap menjaga dan menghidupkan tradisi-tradisi leluhur mereka.

Seblang sendiri merupakan tradisi sakral masyarakat Osing yang diwariskan turun-temurun. Terdapat dua jenis Seblang yang masih lestari hingga kini. Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dan dibawakan oleh penari perempuan berusia matang dalam kondisi trance, diyakini dirasuki roh leluhur. Sedangkan Seblang Olehsari dilaksanakan warga Desa Olehsari pasca-Idul Fitri dan ditarikan oleh gadis muda yang masih suci.

Ritual Seblang bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari sistem spiritual dan sosial masyarakat Osing. Ia menjadi simbol permohonan keselamatan desa sekaligus sarana menjaga harmoni dengan alam dan leluhur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....