Mengenal Tradisi Arak-Arakan Pegon Di Jember
- 30 Apr 2025 17:39 WIB
- Jember
KBRN, Jember : Arak-arakan Pegon merupakan sebuah tradisi unik dan meriah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya masyarakat yang tinggal di wilayah selatan kabupaten Jember.
Koordinator Komunitas Watu Ulo Pegon, Syamsul Arifin kepada RRI menyatakan, "Pegon ialah gerobak tradisional yang ditarik sapi. Masih banyak digunakan di sini, terutama kawasan pinggiran, untuk keperluan pertanian, angkut batu dan kayu, juga sebagai bagian dari budaya tradisional." ungkapnya.

Tradisi arak-arakan pegon ini umumnya ditampilkan dalam berbagai acara perayaan, seperti bersih desa dan hari-hari Islam, khusus di Jember dilaksanakan pada Hari Raya Idul Fitri hari ke tujuh, yang biasa disebut Riyaya Kupat.
Ciri khas utama dari arak-arakan Pegon terletak pada penggunaan pegon yang dihias sedemikian rupa, termasuk bajingan (istilah/sebutan untuk kusir pegon), lalu berkeliling desa atau area acara. Iring-iringan musik tradisional seperti gamelan atau hadrah, atau tarian tradisional semakin menambah semarak dan kegembiraan suasana.
Lebih jauh Syamsul Arifin menegaskan, "Lebih dari sekadar hiburan, arak-arakan Pegon mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang mendalam. Tradisi ini menjadi wujud kebersamaan dan gotong royong masyarakat, di mana berbagai elemen seperti seni, musik, dan dekorasi berpadu menciptakan sebuah perayaan yang melibatkan seluruh komunitas. Keberadaannya juga menjadi sarana pelestarian seni pertunjukan tradisional serta memperkuat identitas budaya lokal Jember dari generasi ke generasi." pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....