Korban Hanyut Sungai Bedadung Kembali Ditemukan, Pencarian Ditutup
- 28 Mar 2025 10:30 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang hanyut di Sungai Bedadung, Jember, yakni Abdul Qodir Arifai (16), pada Jumat (28/3/2025) pagi dalam keadaan meninggal dunia.
Koordinator Basarnas Pos SAR Jember, Andi Irawan, mengatakan korban ditemukan di bantaran Sungai Bedadung atau sekitar 3,23 kilometer dari lokasi kejadian. Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka.
“Kami menempatkan beberapa petugas di titik-titik tertentu. Lalu, sekitar pukul 08.30 WIB tadi, tim kami menemukan jenazah korban mengapung di sungai,” kata Andi kepada RRI.
Dengan telah dievakuasinya seluruh korban, kata dia, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, serta unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Sebelumnya, dua anak asal Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, Jember, dilaporkan terseret arus, pada Rabu (26/3/2025). Korban yaitu Abdul Qodir Arifai atau Ari (16) dan Aliful Imam atau Alif (14).
Jenazah Alif berhasil ditemukan terlebih dahulu oleh Tim SAR gabungan pada Kamis (27/3/2025) pagi, di kawasan Pantai Pancer Puger, sekitar 11,5 kilometer dari lokasi kejadian, dalam keadaan meninggal dunia.
Insiden itu berawal dari korban bersama lima temannya bermain di area sungai Bedadung. Kemudian tiga anak termasuk Alif dan Ari, menyelam ke sungai dan sempat terseret arus.
“Satu anak berhasil selamat dan langsung dilakukan perawatan oleh mantri setempat. Sementara dua anak lainnya yaitu korban hilang terbawa arus sungai,” kata dia.
Basarnas, bersama tim relawan, BPBD, dan pihak terkait lainnya, telah dikerahkan untuk mencari korban dengan menyisir kawasan sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian menuju hilir sungai.
Tim SAR gabungan melibatkan BPBD Jember, Polsek Balung, Koramil Balung, Siluman Rescue, Relawan Barat Daya, Polair Polres Jember, Relawan Ben Sromben, Brandal Alas Rescue, Polsek Puger dab warga sekitar.
Andi kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar bantaran sungai, baik pada cuaca ekstrem maupun cerah.
“Karena kejadian ini berawal ketika anak-anak bermain di sungai bersama teman-temannya,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....